Ganti rugi lahan perlambat progres Jembatan Musi IV

id jembatan musi 4,suwarno,ganti rugi lahan

Ganti rugi lahan perlambat progres Jembatan Musi IV

Foto udara pembangunan Jembatan Musi IV di Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (4/4). Pembangunan Jembatan Musi IV yang menjadi sarana prioritas dan penunjang transportasi Asian Games 2018 telah mencapai 75 persen, namun saat ini pembangunannya terkendala pembebasan lahan yang belum selesai seluas 874 meter dan membutuhkan dana sebesar Rp200 miliar. (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol/18)

....Masalah girder memang jadi hambatan, tapi itu sudah bisa diatasi. Sekarang, dari total 14 pilar Jembatan, kami sedang mengejar tiga bentang di pilar ke 10-11 dan 11-12....
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Progres pembangunan Jembatan Musi IV molor lantaran terkendala ganti rugi lahan, tak heran jika pencapaian hanya 83 persen. 

"Memang pembangunan sedikit molor, karena proses ganti rugi satu rumah itu saja yang baru di robohkan 3 Juli lalu," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan dan Jembatan Musi IV BBPJN, Suwarno, Jumat. 

Tak hanya itu kata Suwarno dari total 18 segmen, sebanyak sembilan segmen atau tepatnya berada di tengah sungai musi, pengerjaannya sedikit terlambat karena banyaknya perubahan pada girder Jembatan.

Namun dalam satu kali pengecoran jembatan, mereka langsung melakukan di empat lokasi berbeda secara bersamaan.

"Masalah girder memang jadi hambatan, tapi itu sudah bisa diatasi. Sekarang, dari total 14 pilar Jembatan, kami sedang mengejar tiga bentang di pilar ke 10-11 dan 11-12," jelasnya. 

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengerjaan pemasangan box girder. Sedangkan untuk pemasangan file cab jembatan, hampir rampung. Dari total, 21 titik pemasangan file cab, tersisa tinggal tiga titik lagi yang belum dipasang.

"Sekarang masih fokus pada bentang tengah jembatan yang terus dilakukan pengecoran," bebernya. Jembatan Musi IV ini terletak di kelurahan Kuto Batu Kecamatan Ilir Timur II yang menghubungkan ke Jl A Yani Kecamatan Seberang Ulu II Palembang.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar