SatPol PP gencar razia PKL jelang Asian Games

id Sat pol pp,Polisi pamong praja,PKL,Lorong basah,Pasar 16

Arsip-Penertiban PKL Sejumlah Anggota Sat Pol PP Kota Palembang memindahkan barang dagangan milik Pedagang Kaki Lima (PKL) saat penertiban PKL di Jln T.P Rustam Effendi Palembang, Sumsel. Selasa (16/2). Untuk menyambut Asian Games XVIII Kota Palembang menata kota dan menertibkan PKL. (Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/16/den)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang memperketat operasional Pedagang Kaki Lima menjelang Asian Games dengan melaksanakan penertiban beberapa hari terakhir. 

"Operasional PKL sudah diatur oleh perwali, jadi mereka tidak bisa semena-mena membuka lapak, beberapa bulan ini memang PKL agak bebas karena kami selaku petugas dalam penugasan Ramadhan dan pilkada, sekarang kami fokus lagi menertibkan mereka untuk Asian Games," Kata Kabid Ops Pol PP Kota Palembang Seri Hendra saat penertiban PKL di kawasan Lorong Basah Pasar 16 Ilir, Rabu.

Menurutnya beberapa lokasi yang acapkali diduduki PKL punya operasional berbeda - beda,  ada tempat yang khusus berjualan dan ada pula yang dilarang berjualan, termasuk jam operasional. 

Dia menjelaskan untuk wilayah depan pusat perbelanjaan Megahria dan pasar 16, PKL berjualan pukul 13.00 - 18.00 WIB, sedangkan di wilayah Lorong basah jam operasional pukul 12.00 - 18.00 WIB. 

Selama ini PKL kebanyakan membuka lapak mulai pukul 09.00 WIB yang berimbas pada akses lalu lintas di sekitar wilayah tersebut terganggu dan kerap menimbulkan keributan, sehingga kedepan pihaknya lebih ketat mengawasi jam operasi PKL, terangnya. 

Sementara wilayah larangan  berjualan seperti di depan pasar Kota Satelit Sako yang sudah ditertibkan pada Selasa (10/7), Benteng Kuto besak (sudah ditertibkan), dan beberapa titik di pasar Lemabang, 26 Ilir, serta 16 Ilir Palembang. 

"Untuk awal-awal ini kami sosialisasi dulu, kami tegur, kami ingatkan agar PKL patuh pada aturan, tapi kalau masih membandel terpaksa tindakan tegas kami lancarkan, PKL ini jangan maunya sendiri, apalagi dekat-dekat Asian Games jangan sampai PKL kelihatan tidak teratur, malu nanti kota palembang," ujar Hendra. 

Ia mengaku akan menyiagakan petugas di lokasi yang sudah ditertibkan agar PKL patuh peraturan atau tidak berjualan lagi di wilayah larangan, hal tersebut dilakukan karena PKL kerap kucing-kucingan dengan petugas. 

Salah satu PKL Deby mengaku pasrah dengan penertiban dan pengawasan satpol PP Kota Palembang dan berharap ada solusi dari pemerintah setempat mengenai jam operasional. 

"Ya mau bagaimana lagi, kami buka dari pagi  biar lebih banyak pembeli, kalau bukanya dari jam satu yang beli paling  berapa, bongkar pasang lapak saja sudah dua jam, artinya kami cuma jualan 4 jam, dapat apa jualan 4 jam?, " ujar Deby yang sudah satu tahun berjualan di Lorong Basah. 

Ia melanjutkan Setidaknya ada 600 lebih PKL yang terimbas penertiban satpol PP dan otomatis mempengaruhi pendapatan pedagang, meskipun ia mengaku sudah tahu mengenai aturan jam operasional berjualan di lokasi tersebut.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar