Musim hujan, siapkan Jumantik tiap rumah

id DBD,demam berdarah,musim hujan,fogging,nyamuk

Arsip-Kader Juru Pembasmi Jentik (Jumantik) menunjukkan bubuk abate yang akan dibagikan untuk membasmi jentik di kawasan kelurahan Lorok Pakjo kecamatan Ilir Barat I Palembang, Sumsel (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly/16)

....Metode 3M itu lebih tepat karena dapat menghindari jentik-jentik nyamuk untuk dapat berkembang biak....
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Memasuki musim hujan, penyakit demam berdarah dengue (DBD) mengintai, karena itulah Dinas Kesehatan Kota Palembang meminta setiap rumah memiliki Juru Pemantau Jentik (Jumantik). 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Letizia mengatakan, Jumantik berfungsi sebagai pemantau bak-bak penampungan di rumah masing-masing dari jentik nyamuk. 

Masyarakat harus proaktif untuk melindungi diri dan keluarganya dari penyakit DBD ini dan rajin melakukan gerakan 3M (Menimbun, Menguras dan Menutup) baik di rumah sendiri maupun di lingkungan sekitar rumah yang berpotensi nyamuk DBD bisa berkembang biak dengan menjadi Jumantik. 

"Musim penghujan dan banyaknya genangan air memicu meningkatnya pengembangbiakan nyamuk Aides Aigepty yang menyebabkan penyakit DBD," katanya. Lanjut dia, setiap rumah itu bisa ditunjuk siapa yang jadi Jumantik. 

"Mereka mengecek seperti tempat penampungan air dan genangan di atap rumah yang rusak sehingga nyamuk DBD bisa masuk dan berkembang biak," ungkapnya. 

Dia mengatakan, saat ini sudah ada 5.000 kader jumatik yang ada di setiap kecamatan. Kader ini diharapkan dapat ikut menyosialisasikan agar setiap rumah memiliki Jumantik. 

"Kesadaran masyarakat harus terbentuk, meskipun kasus DBD masih belum ada peningkatan, tetapi DBD ini bisa saja menyebabkan kematian," katanya. 

Ia mengatakan upaya mengantisipasi penambahan jumlah penderita DBD ini, masyarakat biasanya melakukan kegiatan pemberantasan nyamuk dengan cara pengasapan atau fogging. Padahal kegiatan 3M merupakan kegiatan yang paling baik untuk mencegah penyebaran perkembangbiakan nyamuk DBD. 

Sedangkan kegiatan fogging menjadi jalan terakhir untuk pemberantasan perkembangbiakan nyamuk DBD.

"Kalau fogging itu hanya membunuh nyamuknya langsung bukan jentik-jentik atau telur nyamuk setelah satu dua minggu jentik-jentik nyamuk itu akan berubah menjadi nyamuk lagi. Metode 3M itu lebih tepat karena dapat menghindari jentik-jentik nyamuk untuk dapat berkembang biak," jelasnya.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar