Kerusakan jalan Rejang Lebong mencapai 50,63 persen

id jalan rusak,rejang lebong,jalan rusak di rejang lebong,lintas sumatera rusak,berita sumsel,berita palembang

Dokumentasi- Sejumlah titik jalan mengalami kerusakan dan belum mendapat perbaikan. (ANTARA)

Rejang Lebong (ANTARA News Sumsel) - Pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan kerusakan jalan kabupaten di wilayah itu mencapai 50,63 persen.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Rejang Lebong, Suhadi, saat dihubungi di Rejang Lebong, Rabu, mengatakan dari total panjang jalan kabupaten setempat sepanjang 658 KM, di mana dari jumlah itu kondisinya jalan yang masih bagus 49,37 persen sedangkan yang lainnya mengalami kerusakan berat, sedang dan kategori ringan.

"Untuk yang rusak berat mencapai 24,90 persen, kemudian rusak sedang 11,35 persen dan jalan yang mengalami kerusakan ringan 14,38 persen," katanya.

Jalan yang mengalami kerusakan dengan prosentase mencapai 50,63 persen ini mencapai 333,2 KM dengan rincian, kerusakan dengan kategori berat lebih kurang 163,8 KM, seterusnya jalan yang mengalami kerusakan kategori sedang 74,6 KM serta jalan rusak ringan sepanjang 94,6 KM.

Jalan kabupaten yang mengalami kerusakan ini tambah dia, tersebar dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong dengan lokasi terbanyak berada di tujuh kecamatan dalam wilayah Lembak, dan sisanya berada di delapan kecamatan wilayah Curup.

"Jalan kabupaten yang mengalami kerusakan ini kebanyakan dalam wilayah Lembak, ada sekitar 60 persen. Sedangkan untuk kecamatan di kawasan Curup sekitar persen. Jalan kabupaten ini mengalami kerusakan karena sering dilalui kendaraan yang over tonase," ujarnya.

Sejauh ini pihaknya kata Suhadi, mengalami kesulitan guna melakukan perbaikan jalan yang sudah rusak di daerah itu mengingat anggaran yang mereka miliki sangat terbatas.

Pihaknya saat ini sedang mengajukan proposal bantuan ke pemerintah pusat yakni Kementerian PUPR sehingga jalan yang mengalami kerusakan ini bisa dilakukan perbaikan dengan menggunakan anggaran pusat.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar