Puluhan kelompok masjid Lubuklinggau ikut pawai takbiran

id Lubuklinggau,Pawai,Takbir,Pawai takbir,Lebaran

Puluhan kelompok masjid Lubuklinggau ikut pawai takbiran

Pjs Wali Kota Lubuklinggau Riki Junaidi melepas rombongan pawai takbiran di halaman Masjid Agung As Salam Lubiklinggau, Kamis (14/6/18) (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)

Lubuklinggau (ANTARA News Sumsel) - Lebih dari  50 kelompok masjid/mushollah di kota Lubuklinggau mengikuti pawai takbiran, Kamis.

"Pawai ini sebagai ungkapan dari sambutan hari kemenangan umat Islam setelah satu bulan menjalankan ibadah puasa," kata Pjs Wali Kota Lubuklinggau Riki Junaidi, Kamis.

Pantauan Antarasumsel.com peserta pawai dilepas mulai dari Jalan Yos Sudarso atau tepat di depan halaman Masjid Agung As - Salam sekitar pukul 20.00 WIB. 

Secara bergiliran sebanyak 50 lebih mobil pawai dari berbagai masjid/mushollah bergantian lewat di depan pos pelepasan sembari menggemakan takbir dengan iringan beduk, rebana, serta dipenuhi ornamen-ornamen khas Idul Fitri, selanjutnya peserta bebas menyusuri rute manapun lalu kembali ke masjid masing-masing. 

Riki juga menghimbau agar peserta pawai takbiran tetap menjaga keamanan selama iring-iringan pawai, terutama mobil yang mengangkut anak-anak di bawah umur. 

"Tetap hati-hati, jangan ada yang berdiri di pinggir mobil, duduk saja, yang penting takbirannya bergema," tegasnya.

Pawai tersebut menyedot masyarakat yang melintas di sekitar jalan tersebut atau yang memang sengaja menonton kegiatan tahunan tersebut. 

Warga Jalan Nangka Lintas Kelurahan Megang Surtini mengatakan sengaja membawa anaknya menonton pawai takbiran karena suasananya berbeda. 

"Jarang-jarang nonton yang seperti ini kan, anak juga senang sekali melihatnya, ya walaupun macet tapi tidak apalah sebab momen langka," kata Surtini. 

Pawai takbiran sempat membuat jalan Yos Sudarso kedua ruas padat merayap namun ada pengawalan dari tim gabungan Polres, Kodim, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kota Lubuklinggau yang sigap mengatur lalu lintas.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar