Alex Noerdin sambangi mal promosikan Asian Games

id alex noerdin, asian games, berita sumsel, berita palembang, gubernur sumsel,promosikan Asian Games

Gubernur Sumsel Alex Noerdin meladeni keinginan warga berswafoto di Palembang Icon Mal, Selasa (12/6). (ANTARA News Sumsel/Dolly Rosana/Ang/18)

Palembang, 12/6 (Antara) - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin gencar mempromosikan Asian Games kepada masyarakat dengan mendatangi sejumlah mal di Kota Palembang.

Alex yang diwawancarai di sela-sela kunjungannya di Palembang Icon Mal, Selasa, mengatakan, dirinya memilih mal karena menjelang Hari Raya Idul Fitri biasanya banyak masyarakat yang berbelanja untuk keperluan Lebaran.

"Menjelang Asian Games yang tinggal 68 hari lagi, maka sosialisasi harus digencarkan. Masyarakat harus bersiap menjadi tuan rumah," kata dia.

Dalam kunjungannya ke Picon Mal itu, Alex yang didampingi istrinya, Eliza, menyempatkan diri memenuhi keinginan pengunjuk mal untuk berswafoto.

Rupanya di Picon juga sudah berdiri lukisan mural 3D dengan gambar LRT (Light Rail Transit) dengan latar Jembatan Ampera. Lukisan mural buah karya seniman asli Sumsel Bob Nawir ini cukup menarik minat pengunjung mal untuk berfoto.

Dalam lukisan itu, terlihat Alex Noerdin mempersilakan penumpang masuk ke dalam LRT. Dengan efek 3D, pencinta selfie dapat berekspresi dengan beragam gaya.

"Lukisan-lukisan mural bertema Asian Games ini juga merupakan salah satu cara kami untuk menyosialisasikan ajang olahraga ini. Selain di sini juga ada di Griya Agung, nanti akan dibuat di kabupaten dan kota," kata dia.

Alex mengatakan saat ini Palembang terus berbenah untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah. Pada pertengahan Juli mendatang dijadwalkan peresmian LRT oleh Presiden Jokowi.

Sedangkan event terdekat yakni ajang dragon boat (perahu naga) yang akan diikuti 8 negara dan seluruh provinsi.

"Saya berharap masyarakat tidak menyia-yiakan moment berharga ini, karena Asian Games mungkin akan digelar 50 tahun lagi di Indonesia karena Asian Games di Jakarta terjadi tahun 1962 atau 56 tahun lalu," kata dia.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar