Mahasiswa Unsri bentangkan 'jumputan' di Puncak Kilimanjaro Afrika

id mahasiswa unsri,mahasiswa unsri capai puncak kilimanjaro,puncak kilimanjaro afrika,unsri,bentangkan kain jumputan,kain khas palembang jumputan,ekspedi

Muhammad Razaq dan M Bagus Nata membentangkan kain khas Palembang "jumputan" di atas Puncak Gunung Kilimanjaro Afrika. (foto istimewa)

....Alhamdulillah Tim Eureka Sriwijaya sampai pada puncak tujuan Uhuru Peak Kilimanjaro 5895 MDPL pada pukul 09.02 Waktu Tanzania....
Palembang (ANTARA News Sumsel) -  Dua orang mahasiswa Universitas Sriwijaya Palembang Muhammad Razaq dan M Bagus Nata berhasil menunaikan misinya untuk membentangkan kain khas Palembang "jumputan" di atas Puncak Gunung Kilimanjaro Afrika.

Setelah melakukan perjalanan selama lima hari akhirnya kedua mahasiswa ini yang tergabung dalam Tim Mahasiswa Fakultas Ekonomi Pecinta Alam (Mafesripala) dalam "World Seven Summits xpedition Eureka, Kilimanjaro series 2018" akhirnya sampai pada puncak tertinggi di Benua Afrika tersebut.

"Alhamdulillah Tim Eureka Sriwijaya sampai pada puncak tujuan Uhuru Peak Kilimanjaro 5895 MDPL pada pukul 09.02 Waktu Tanzania," ungkap Ketua Umum Mafesripala, Rahmat Dwi Kurnia dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA News Sumsel di Palembang, Sabtu.

Kedua mahasiswa Unsri itu memulai perjalanan pada 13 Mei 2018 dengan estimasi waktu delapan hari.

Tim sendiri memulai perjalanan di Afrika pada 24 Mei 2018 sekitar pukul 00.00 Waktu Tanzania dan memulai persiapan untuk Summits menuju Uhuru Peak the  roof top of mount Kilimanjaro.

Rahmat menceritakan kedua rekannya tersebut mengalami kesulitan karena beberapa kali cuaca di pegunungan berubah menjadi kabut dan suhu dingin ekstrem akibat salju yang turun.

Pada pukul 01.00 Waktu Tanzania Tim  memulai perjalanan dari Barafu Camp pada ketinggian 4600 MDPL.  Setelah 30 menit perjalanan mereka diiringi lebatnya salju yang turun hingga sampai ke puncak tujuan.

"Besar harapan kami semoga teman-teman diberikan kesehatan dan keselamatan hingga mereka sampa kembali di Indonesia," ujarnya.

Kedua rekannya itu juga mengaku bangga bisa membawa kain khas Palembang ke sini, apalagi Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

"Setelah hari raya kami bersiap untuk mencapi puncak ketiga, Elbrus Rusia yang insya Allah akan diupayakan dicapai tahun ini juga,” kata Rahmat.

Setelah berhasil menuju puncak, Razaq dan Bagus langsung melanjutkan perjalanan turun melalui Mweka Gate. Saat ini sudah di perjalanan turun pada pukul 12.00 waktu Afrika (16.00 WIB).

"Kondisi tim masih aman, sehat dan semua,” tambah Rahmat.

Sebelum menaklukkan puncak Kilimanjaro, Razaq dan Bagus lebih dulu harus melewati seleksi yang diikuti 30 atlet dari Mafesripala.

Setelah itu, mereka langsung melakukan latihan secara teratur di Indonesia dengan menjajal beberapa gunung tertinggi di tanah air


 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar