Kemenhub tawarkan lulusan pesantren sekolah taruna

id pesanteren,santri,lulusan pesantren,berita sumsel,berita palembang,taruna,pendidikan taruna

Arsip- Para santri menulis ayat Alquran di Pesantren (ANTARA News Sumsel/Feni Selly/16/ParniF)

Semarang (ANTARA News Sumsel) - Kementerian Perhubungan menawarkan lulusan pondok pesantren melanjutkan sekolah yang berada dinaungan Kementerian Perhubungan untuk menjadi taruna dan taruni berkualitas.

"Kita akan didik menjadi siswa yang memiliki karakter dan selanjutnya menjadi aparatur sipil negara," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Sasono kepada pers di Semarang, Rabu.

Hal itu disampaikan usai membuka Pasar Murah Perhubungan di Pondok Pesantren As Shodiqiyyah. Dalam pasar itu dijual sejumlah kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng seharga Rp50.000 per paket.

Menurut Djoko, lulusan pesantren dinilai memiliki nilai pendidikan unik dan berkarakter untuk dididik menjadi taruna yang saat ini memang dibutuhkan untuk mengisi kekurangan disejumlah daerah.

Kementerian Perhubungan setidaknya memiliki 27 sekolah yang tersebar di seluruh daerah Indonesia, yang mendidik mulai dari ahli bidang kemaritiman, penerbang, hingga perkeretaapian.

"Kita menerima putra-putri terbaik untuk didik menjadi taruna terbaik dibidangnya yang diharapkan berguna untuk menjadi sumber daya manusia yang berguna bagi Indonesia," katanya.

Indonesia, katanya, saat ini masih terus membutuhkan pemuda dan pemudi terbaik untuk dididik di sekolah Kemenhub sehingga lulusannya memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dan bersaing di pasar global.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mengatakan salah satu sekolah Kemenhub yang lulusannya diincar perusahaan asing adalah Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP).

"Sekitar 80 persen lulusannya bekerja di perusahaan kapal asing," kata Menhub.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar