Pengadaan beras Bulog Sumsel capai 3.000 ton

id pengadaan beras,beras bulog,beras,gudang bulog,harga hpp,gabah,sawah

Arsip - Pekerja memikul karung berisi beras di gudang milik Perum Bulog Divre Sumsel-Babel di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (12/4). (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/17)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pengadaan beras Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung hingga saat ini sudah mencapai 3.000 ton.

"Untuk pengadaan beras dari awal tahun hingga saat ini sekitar 3.000 ton dari target yang ditetapkan pada 2018 ini sebanyak 80 ribu ton," kata Kepala Perum Bulog Divre Sumsel dan Bangka Belitung Yusuf Salahuddin di Palembang, Senin.

Menurut dia, ini merupakan fenomena yang terjadi bahwa untuk penerapan beras ini Bulog selalu mengacu pada ketentuan yang berlaku sesuai dengan penetapan harga pembelian pemerintah (HPP).

Jadi, dasar Bulog melakukan pembelian beras itu sesuai HPP mengacu pada Inpres nomor 5 tahun 2015 dimana harga pembelian pemerintah Rp7.300 perkilogram sampai ke gudang Bulog, katanya.

Ia mengatakan kondisi itu ternyata harga di tingkat petani dan pasar jauh di atas HPP sehingga Bulog agak sulit untuk melakukan pembelian dan berkoordinasi dengan pemerintah.

Akhirnya diterbitkan kebijakan fleksibilitas harga 10 persen dari HPP sehingga harga pembelian Rp8.030 perkilogram untuk kualitas medium.

Ia menuturkan, kondisi yang terjadi saat ini sebetulnya bahwa petani sedang menikmati harga yang cukup baik di atas HPP.

Penyerapan beras tersebut dilakukan di daerah sentra produksi beras di Sumatera Selatan antara lain Ogan Komering Ulu Timur dan Banyuasin.

Sementara mengenai stok beras di gudang Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai enam bulan ke depan, karena itu tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan pangan.

Sebelumnya Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menjelaskan, produksi padi pada 2017 mencapai sekitar 5 juta ton atau 114,91 persen dari target 4,4 juta ton. Kondisi tersebut sudah melampui target pada tahun 2018 yaitu 4,5 juta ton.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar