KKP dorong seluruh masyarakat tingkatkan konsumsi ikan

id makan ikan,kkp,budaya makan ikan,konsumsi ikan,berita sumsel,berita palembang,Kementerian Kelautan dan Perikanan,Nilanto Perbowo,ikan bakar

Ikan Bakar Pantai Solor (ANTARA)

Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong seluruh daerah di Republik Indonesia untuk menggiatkan warganya agar dapat terus meningkatkan konsumsi ikan pada menu sehari-hari.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing dan Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, memberikan apresiasi terhadap sejumlah pihak yang telah memberikan perhatiannya kepada gerakan memasyarakatkan makan ikan.

Nilanto menerangkan, pihaknya di sela-sela "Car Free Day" di dekat Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (13/8), juga telah bekerja sama dengan sejumlah pihak dalam rangka mengenalkan kepada masyarakat berbagai bentuk olahan ikan pada gelar produk perikanan.

Selain itu, ujar dia, disebarkan pula informasi kandungan gizi dan manfaat makan ikan, serta tersedia pula klinik mutu perikanan untuk berkonsultasi tentang cara seleksi bahan baku ikan segar, penanganan, pengolahan, pengemasan, dan penyimpanan ikan.

Sebagaimana diketahui, sejumlah daerah terus menggiatkan program memasyarakatkan makan ikan seperti di Kabupaten Boyolali, di mana pemerintah setempat menilai tingkat konsumsi ikan masih rendah dibandingkan dengan produksi ikan di daerah tersebut.

"Boyolali produksi ikan cukup melimpah, tetapi tingkat konsumsi masyarakat yang masih rendah, yakni rata-rata sekitar 20 kilogram per kapita per tahun," kata Kepala Bidang Perikanan Disnakkan Boyolali, Bagiyo, Senin.

Bagiyo mengungkapkan masyarakat Boyolali masih cenderung lebih suka makan daging ayam, sehingga dengan faktor itu, daerahnya masih sulit untuk mengejar standar pola pangan harapan untuk konsumsi ikan nasional.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, gencar melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat memperbanyak konsumsi ikan karena sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan.

"Omega 3 dan 6 yang terkandung bantu peningkatan kecerdasan dan menjaga stamina supaya panjang usia. Ikan juga rendah lemak sehingga jauh dari penyakit kolesterol," kata Wakil Bupati HM Taufiq Mukri di Sampit, Selasa (8/5).

Taufiq memaparkan, mengonsumsi ikan sangat penting bagi ibu hamil, balita, anak, remaja dan lanjut usia. Kurang mengonsumsi ikan bisa berakibat terhadap kesehatan masyarakat, seperti ditandai bayi lahir pendek, kurus dan obesitas.

Sedangkan Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terus berupaya mendorong warga untuk memperbanyak atau meningkatkan konsumsi ikan demi kesehatan dan peningkatan kualitas sumber manusia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendari, Agus Salim Safarullah, di Kendari, Senin (30/4), mengatakan, beberapa upaya yang dilakukan adalah kampanye gerakan makan ikan antara lain dengan menggelar kegiatan masak serba ikan.

Berdasarkan data KKP, masyarakat Indonesia pada tahun 2017 telah mengonsumsi ikan hingga sebesar 43 kilogram per kapita per tahun.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam sejumlah kesempatan menargetkan agar angka tersebut dapat mencapai 46 kilogram per kapita per tahun pada 2018 dan 50 kilogram per kapita per tahun pada 2019.

Masih menurut data KKP juga terjadi ketimpangan angka konsumsi ikan yaitu di Indonesia bagian timur rata-rata tingkat konsumsinya sudah sekitar 50 kilogram per kapita per tahun, sedangkan di Indonesia bagian barat baru sekitar 30 kilogram per kapita per tahun.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar