Ingin mental kuat, dokter muda nyambi ojek online

id Dokter ojol,Ojek online,Dokter gojek,Palembang,Info sumsel

Dokter koas forensik di RSUD Bari Palembang Ahmad Nabhan juga berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ist)

Bukan uang yang saya cari saat menyambi ojek online. Tapi untuk melatih kemandirian saya, bahwa mencari uang itu tidak mudah

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Meski seorang sarjana kedokteran, Ahmad Nabhan yang akrab disapa Cody tidak malu menyambi sebagai pengemudi ojek online.

Profesi ini ia lakukan hanya weekend sabtu dan minggu. Sedangkan senin hingga jumat, cody koas forensik di RSUD Bari Palembang.

"Jadi waktu yang digunakan tidak menganggu kegiatan saya selama di RS," katanya.

Bagi Cody, menjadi dokter adalah cita-citanya sejak kecil. Ketika lulus SMA, dirinya sempat mendaftar di FK Unsri. "Dua kali mendaftar, tapi tidak lulus,"ungkapnya.

Justru Pria kelahiran 17 Juli 1994 ini diterima di Fakultas Teknik (FT) Unsri, jurusan Teknik Sipil. Dia sempat kuliah selama dua tahun atau 4 semester di FT Unsri pada tahun 2012 - 2014.

Ternyata, keinginannya menjadi dokter masih menyisa.

"Saya mendaftar di FK Muhammadiyah dan dinyatakan lulus," katanya.

"Bukan uang yang saya cari saat menyambi ojek online. Tapi untuk melatih kemandirian saya, bahwa mencari uang itu tidak mudah," tegasnya.

Dokter koas forensik di RSUD Bari Palembang Ahmad Nabhan juga berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ist) (ANTARA News Sumsel/Kiki Wulandari/Erwin Matondang/18)

Ia mengatakn tidak semua orang suka dengan profesi akhir pekannya. Ada 'haters' yang mengatakan dokter muda ini cari popularitas saja.

Selain itu, ia terinspirasi  dari kakeknya H Abdul Rozak (HAR) seorang pekerja keras dan pengusaha kuliner yang tangguh.

"Saya ingin mental saya kuat seperti kakek," tutupnya.
 

Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar