BTN perkuat mitigasi pembobolan dana nasabah

id berita palembang,btn,pembobolan rekening,berita sumsel,nasbah btn,Bank Tabungan Negara

PT Bank Tabungan Negara (Antarasumsel.com)

Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Perseroan Terbatas Bank Tabungan Negara Tbk berjanji akan meningkatkan upaya memitigasi pembobolan dana nasabah dengan memutakhirkan sarana teknologi informasi serta memperkuat koordinasi bersama regulator dan kepolisian.

Direktur Utama BTN Maryono di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa setelah kasus pemalsuan bilyet giro milik nasabah pada tahun lalu, BTN secara reguler melaporkan tindak lanjut penanganan kepada Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami selalu taat aturan regulator. setiap kejadian-kejadian keuangan pembobolan, kami laporkan kepada regulator. Kami akui bahwa BTN ada beberapa kejadian dana nasabah bobol oleh pihak tidak bertanggung jawab," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR.

Maryono juga berjanji tidak akan melindungi oknum internal BTN jika terbukti terlibat dalam tindak kejahatan perbankan. BTN akan langsung menyerahkan penanganan kasus penggelapan dana terhadap kepolisian.

"Pada tahun lalu, Bank BTN mengalami kasus pemalsuan bilyet deposito. Pihak BTN telah melapor kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Kalau sifatnya menyangkut pidana kami lapor kepada pihak berwajib. penyelesaian diserahkan kepada pihak berwajib," ujar Maryono.

Pada bulan April 2017, lima nasabah BTN menjadi korban pemalsuan bilyet deposito dengan nilai kerugian Rp256 miliar.

Setelah kasus tersebut, Maryono menjelaskan bahwa perseroan juga telah menerapkan prinsip kehati-hatian dengan membentuk cadangan risiko operasional untuk kasus penggelapan dana.

Untuk kasus pemalsuan bilyet deposito, BTN menyiapkan cadangan kerugian 100 persen sesuai kerugian nasabah.

Hingga Maret 2018, BTN mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 23,54 persen (yoy) menjadi Rp194,48 triliun.

Simpanan tabungan menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kenaikan 43,35 persen (yoy). Kemudian, giro BTN naik 22,55 persen (yoy) dan deposito, tumbuh 16,87 persen (yoy).

"Dalam menghimpun simpanan masyarakat, kami mengutamakan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance)," katanya.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar