214 penyelam perempuan kibarkan bendera di dasar laut

id UPACARA BAWAH LAUT,bendera dasar laut,kibarkan bendera dasar laut,Bendera Merah Putih

Arsip- Pengibaran bendera di dasar laut. (Novi.H)

Situbondo (ANTARA News Sumsel) - Sebanyak 214 penyelam perempuan kibarkan Bendera Merah Putih di dasar laut Wisata Bahari Pasir Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dalam rangka memperingati Hari Kartini 2018.

"Pantai Wisata Bahari Pasir Putih, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan dipilih menjadi lokasi kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih memperingati Hari Kartini 2018, karena mayoritas penyelam perempuan ada di Surabaya, dan untuk menngumpulkan penyelam wanita tidak mudah," kata Aspotmar Kasal, Laksamana Muda Edi Sucipto usai Kegiatan Upacara Dive Kartini 214 Tahun 2018 Pramuka Bahari Lantamal V Surabaya di Situbondo, Sabtu.

Ia menjelaskan, petugas penyelam perempuan pengibar bendera tidak seluruhnya dari Lantamal V Surabaya, melainkan dari komunitas penyelam lainnya seperti dari Kowal, Polwan, Possi Surabaya, Possi Malang, Possi Gresik, Poltek KP Sidoarjo, Komunitas selam Yogyakarta dan Pramuka serta komunitas lainnya.

Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan mempunyai panjang pantai 91.000 km, katanya, tentunya Indonesia harus pula memiliki spot-spot penyelam yang sangat luar biasa.

"Oleh karena itu, kegiatan ini sebagai langkah awal bagi bangsa Indonesia bahwa olahraga penyelaman harus semakin berkembang di Indonesia," katanya.

Sementara Zefabi Adityasari, salah seorang peserta dari Saka Bhayangkara Polsek Mangaran, Situbondo mengaku bangga dan senang bisa mengikuti kegiatan Dive Kartini 2018.

"Alhamdulillah tidak ada kendala saat pelaksanaan pengibaran bendera, karena semua penyelam sehari sebelumnya latihan terlebih dahulu," tuturnya.

Dalam pantauan, selain kegiatan Dive Kartini 2018 mengibarkan Bendera Merah Putih di dasar laut, penyelam juga menancapkan prasasti di dasar laut yang bertuliskan "Dive Kartini 214 Penyelam Wanita".
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar