Pemimpin komunitas perempuan gelar pertemuan di Palembang

id komunitas perempuan,perempuan,komunitas gelar pertemuan,pertemuan perempuan,komunitas,sda lingkungan

Aktivis Solidaritas Perempuan Palembang Ressy Tri Mulyani. (ANTARA News Sumsel.com/Yudi Abdullah/18)

..Melalui pertemuan itu diharapkan bisa menjadi forum refleksi dan berbagi pengalaman antarpemimpin perempuan dalam mempertahankan wilayah kelola atas sumber daya alam di komunitas mereka...
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Solidaritas Perempuan memfasilitasi puluhan pemimpin komunitas perempuan di Sumatera Selatan menggelar pertemuan di Kota Palembang pada 21-22 April 2018.

"Sebanyak 30 pemimpin komunitas perempuan dari wilayah dampingan jaringan mitra program Setapak di Sumsel difasilitasi melakukan pertemuan untuk memperkuat komitmen dan berbagi pengalaman guna mendorong keadilan dan kesetaraan dalam pengelolaan sumberdaya alam (SDA)," kata pengurus Solidaritas Perempuan Palembang Ressy Tri Mulyani, di Palembang, Rabu.

Menurut dia, melalui pertemuan itu diharapkan bisa menjadi forum refleksi dan berbagi pengalaman antarpemimpin perempuan dalam mempertahankan wilayah kelola atas sumber daya alam di komunitas mereka.

Menciptakan ruang konsultasi antarkomunitas yang menghadapi permasalahan dalam menjaga sumberdaya alam di lingkungannya dengan gerakan masyarakat sipil dan para pakar yang berpengalaman dalam mendorong pengelolaan SDA yang berkeadilan, katanya.

Dia menjelaskan, Solidaritas Perempuan Palembang merasa perlu untuk memperkuat gerakan perempuan di daerah ini dengan mempertemukan kelompok perempuan dari beberapa desa dampingan dalam satu forum sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman serta strategi terkait dampak tata kelola hutan dan lahan (TKHL) terhadap perempuan.

Melalui pertemuan itu diharapkan pula dapat mencapai beberapa hal penting yakni terbangunnya forum refleksi, saling belajar dan memberikan dukungan antarpemimpin perempuan di komunitas dalam mempertahankan wilayah kelola atas sumberdaya alam di Sumsel.

Pemimpin komunitas perempuan dapat mengkonsultasikan permasalahan dalam menjaga SDA di lingkungannya dengan para narasumber yang dapat membantu mereka menstrategikan bentuk advokasinya.

Berbagai masalah yang selama ini dihadapi komunitas dikonsultasikan dalam forum tersebut sehingga diperoleh sejumlah alternatif solusi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Terbentuknya forum lokal bagi pemimpin perempuan sebagai penggerak pejuang keadilan dan kesetaraan dalam pengelolaan SDA, dan menjadi pelopor perjuangan kelompok komunitas terutama kelompok rentan dalam memperoleh akses dan kelola hutan dan lahan yang adil dan lestari melalui reformasi kebijakan, kata aktivis Solidaritas Perempuan itu.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar