Via Vallen rindu "Mbonek" Persebaya Surabaya

id Via Vallen,bonek,persebaya,berita palembang,berita sumsel,mbonek,Persebaya Surabaya

Via Vallen. (ANTARA News Sumsel/Ist)

Surabaya (ANTARA News Sumsel) - Penyanyi dangdut Via Vallen mengaku rindu "mbonek" atau menjadi bonek sekaligus menyaksikan laga Persebaya Surabaya mendukung tim kesayangannya langsung di stadion.

"Aku yo kangen 'mbonek'. (Saya juga rindu menjadi bonek). Dulu saya sering lihat Persebaya di stadion," ujarnya di sela menghadiri HUT Ke-45 PDI Perjuangan di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Minggu.

Dara kelahiran Sidoarjo itu mengakui saat usia mudanya kerap hadir langsung di stadion, khususnya di Stadion Gelora 10 Nopember atau sebelum Stadion Gelora Bung Tomo berdiri, bersama rekan-rekannya dan bernyanyi bersama untuk Persebaya.

Untuk mengobati rasa rindunya, pelantun lagu "Sayang" tersebut berkomitmen jika Persebaya meraih hasil maksimal dan berprestasi, ia akan hadir kembali di stadion dan mendukung bersama Bonek Mania.

"Kalau nanti Persebaya masuk final dan berprestasi, saya usahakan datang dan 'mbonek' lagi," kata penyanyi berusia 27 tahun yang melejit namanya setelah video klip "Sayang" yang diunggahnya di Youtube itu disaksikan lebih dari 100 juta orang tersebut.

Via Vallen juga sempat mendoakan Persebaya bisa meraih hasil terbaik, terutama Liga 1, termasuk pada pertandingan sore nanti saat melawan Barito Putera di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

Pada kesempatan sama, Panpel Persebaya Wisnu Sakti Buana menyambut baik keinginan Via Vallen untuk hadir langsung di stadion dan menyaksikan tim "Bajul Ijo" bertanding menghadapi lawan-lawannya.

"Pokoknya, kalau diajak menyanyi saya tidak bisa. Tapi kalau diajak 'mbonek' saya selalu siap dan jika Mbak Via Vallen bersedia, silakan kami tunggu," kata Wakil Wali Kota Surabaya tersebut.

Sementara itu, Persebaya merupakan satu-satunya tim asal Surabaya dan berstatus sebagai juara Liga 2 musim kompetisi 2017 dan saat ini menjadi salah satu tim kontestan Liga 1 tahun ini.
(T.F014/C. Hamdani)
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar