Pemprov bahas persediaan sembako antisipasi kenaikkan harga

id sembako,harga sembako,kebutuhan pokok,operasi pasar,disperindag,bahas kebutuhan pokok,stok sembako,persedian beras,pasar tradisonal,pedagang sembako,b

Sejumlah petugas Bulog melayani warga yang membeli barang kebutuhan pokok pada Operasi Pasar Bulog Divre Sumsel-Babel di Pasar Lemabang, Palembang. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/17/i016)

Palembang  (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Dinas Perdagangan seluruh Indonesia akan membahas persediaan kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan lebaran mendatang.

"Kami  akan melaksanakan rapat koordinasi dengan Kementerian Perdagangan di Bandung untuk menbahas masalah harga dan persediaan kebutuhan pokok menjelang Ramadhan nanti," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Yustianus di Palembang, Kamis.

Menurut dia, rapat bersama itu penting mengingat sekarang ini beberapa kebutuhan pokok sudah ada yang mengalami kenaikan sehingga harus diantisipasi.

Apalagi menjelang Ramadhan nanti diperkirakan harga akan menlonjak tinggi sehingga harus dicarikan jalan keluarnya, ujar dia.

Oleh karena itu dinas perdagangan provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia akan membahas masalah kebutuhan pokok tersebut sekaligus mengantisipasi gejolak harga.

Selain itu juga akan dibahas masalah persediaan dan stok yang ada di gudang Bulog untuk mengetahui kebutuhan pokok tersebut hingga Ramadhan dan lebaran mendatang, ujar dia.

Dia mengatakan, mengantisipasi kenaikan harga penting mengingat selama ini setiap menjelang Ramadhan dan Idul Fitri harga tidak terkendali bahkan naik di atas batas wajar.

Selain itu juga akan dibahas mengenai operasi pasar dan mekanisme penjualan kebutuhan pokok dengan harga murah tersebut.

Dia juga minta masyarakat agar tidak berlebihan dalam belanja karena itu juga dapat memicu kenaikan harga.

"Belanjalah sesuai kebutuhan bukan keinginan sehingga persediaan dan harga tetap normal hingga lebaran nanti,"tambah dia.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar