Berburu tiket Kereta api Lebaran sebelum kehabisan

id tiket kereta api,berita sumsel,berita palembang,berburu tiket kereta api,tiket kereta lebaran,jumlah tiket kereta lebaran,mudik naik kereta,lebaran na

Arsip- Sejumlah calon penumpang mengantre untuk menukarkan tiket kereta api (KA) di Stasiun Kertapati, Palembang, Sumatera Selata. (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol/16)

....pemesanan tiket melalui mesin penjualan (vending machine) E-Kiosk dari pukul 05.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB....
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Lebaran memang masih cukup lama bahkan Ramadhan pun juga belum tiba, namun ada satu hal yang harus dilakukan jauh-jauh hari, yakni membeli tiket kereta api untuk mudik.

Kegiatan tahunan yang perlu perjuangan dan bahkan ada faktor keberuntungan memang selalu menjadi momok bagi pemudik ke Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur yang menggunakan kereta api sebagai alat transportasi.

Perbaikan layanan oleh PT KAI sudah terus dilakukan, antara lain dengan memanfaatkan kemajuan teknologi masyarakat tak perlu lagi harus berjam-jam antri di depan loket stasiun tapi bisa membeli karcis dengan cara online, sehingga bisa menghemat waktu dan tenaga.

Kereta api saat ini memang masih menjadi alat transportasi yang dipilih masyarakat, karena selain harganya cenderung terjangkau, juga dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, dan keamanan makin membaik.

Apalagi kebersihan kereta api saat ini juga makin baik seperti gerbong dan toilet, selain kondisi gerbong yang sudah menggunakan penyejuk ruangan (AC) dan sudah tidak ada lagi pedagang kaki lima yang bersiliweran.

PT KAI (Persero) menghadapi arus mudik Lebaran 2018 jauh-jauh hari juga sudah mengantisipasi kemungkinan membludaknya pembelian tiket kereta api ke berbagai tujuan di Pulau Jawa.

PT Kereta Api Indonesia menyiapkan 236.210 kursi per hari selama masa Angkutan Lebaran mulai 5 Juni 2018 (H-10) sampai dengan 26 Juni (H+10).
 
Sejumlah penumpang mengantre untuk naik kereta api (KA) di Stasiun Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan. (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/Ang)

Direktur Operasi PT KAI Slamet Suseno, mengatakan para calon penumpang dapat memesan tiket mulai H-90 sebelum keberangkatan dan proses pemesanan tiket KA mulai 7-24 Maret 2018.Pada 12 Maret ini sudah dibuka untuk H-5.

Jumlah perjalanan kereta api sebanyak 393 kereta api per hari pada operasi Lebaran 2018 naik empat persen bila dibandingkan 2017 lalu sebanyak 379 kereta api per hari.

Untuk kapasitas tempat duduk, sebanyak 236.210 kursi per hari atau naik 3,5 persen bila dibandingkan 2017 sebanyak 228.158 kursi per hari.

PT KAI merinci daftar kereta api reguler dalam masa angkutan lebaran 2018, yaitu 212.458 kursi dan kereta api tambahan 23.752 kursi.

Sejumlah KA tambahan Lebaran 2018, di antaranya KA Argo Lawu Gambir-Solo (kapasitas 1.000), Sembrani Lebaran Gambir-Surabaya-Pasarturi (kapasitas 900), Lodaya Lebaran Bandung-Solo (kapasitas 912), Mataram Premium Pasarsenen-Lempuyangan (kapasitas 1.440) dan lainnya.

Untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada masyarakat, PT KAI melayani pemesanan tiket selama 24 jam melalui aplikasi, internet, pusat informasi 121, minimarket dan lainnya.

Di samping itu, loket resevasi stasiun melayani pemesanan mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB.

Sedangkan, pemesanan tiket melalui mesin penjualan (vending machine) E-Kiosk dari pukul 05.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB.

Salah satu fasilitas yang tidak dimiliki saluran lain, yaitu "E-boarding pass", jadi pengguna KA tidak perlu mencetak "boarding pass" yang berwarna oranye dan cukup menunjukkan "e-boarding pass" pada layar telepon pintar kepada petugas.

Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat yang ingin memesan tiket kereta api karena jaringan internet terganggu karena banyaknya warga masyarakat yang mengunduh, PT KAI menjamin pemesanan tiket kereta api melalui internet dalam masa Angkutan Lebaran 2018 tidak terganggu.

Hal ini karena PT KAI telah memperbesar kapasitas "bandwith" dari 150 "megabyte" (MB) menjadi 400 MB untuk kelancaran akses pemesanan tiket.

Sejak 2015, KAI telah mengganti mesin untuk sistem pembelian tiket melalui internet dengan mesin yang baru, sehingga kejadian "system down" pada 2014 diharapkan tidak akan terulang. Artinya, untuk kapasitas sudah tidak ada masalah, namun adanya lonjakan pengaksesan dalam satu waktu membuat tiket sulit didapatkan.
    
   Puncak mudik
PT KAI memperkirakan puncak arus mudik dengan kereta api jatuh pada 13 Juni 2018 atau (H-2) Lebaran, sementara itu puncak arus balik diperkirakan pada 17 Juni 2018 atau (H+1) Lebaran.

Pada puncak mudik pada H-2 atau 13 Juni 2018, tiketnya bisa dibeli 15 Maret 2018 dan H+1 titik puncak arus balik dan tiketnya bisa dibeli pada 19 Maret 2018.

Untuk keselamatan perjalanan kereta api, PT KAI meningkatkan pengawasan di daerah-daerah rawan dengan menyiagakan 236 petugas posko dan alat material untuk siaga (Amus) berupa batu balas/kricak, bantalan rel, pasir, dan sebainya.

Baca juga: KCI ajak cegah pelecehan wanita di transportasi publik

Persero juga menambah petugas penjaga perlintasan kereta api sebidang menjadi 1.113 orang serta petugas pemeriksa jalur sebanyak 605 orang.

Selain itu, tenaga "fliyng gank" disiagakan 24 jam apabila terjadi rintangan jalan peristiwa luar biasa hebat. PT KAI juga menyiapkan tenaga keamanan angkutan Lebaran dari internal, yaitu Polsuska dan Satpam) serta eksternal (TNI-Polri).

Sebanyak 1.339 tenaga polsuska akan mengamankan area KA yang terbagi atas 932 pengawalan di atas kereta api, 285 di stasiun dan 122 di jalur KA.

Disamping itu sebanyak 3.584 personel satpam akan menjaga di tiap stasiun dan aset KAI dan tenaga eksternal dari TNI-Polri sebanyak 1.526 personel serta anjing pelacak (K-9) disiagakan untuk menjaga stasioner, parkir dan jalur kereta api.

Diharapkan dengan mempersiapkan jauh-jauh hari pembelian tiket maupun kesiapan PT KAI dalam menyiapkan sarana dan prasarana, penyelenggaraan arus mudik dan balik menggunakan kereta api tahun ini bias lebih baik dan lancar.
(T.A025/A.F. Firman)
Baca juga: KAI siapkan kapasitas 18.096 motor gratis lebaran
 
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar