Dokter menilai memori sebabkan pecandu kembali gunakan narkoba

id pecandu,pengguna narkoba,dokter,pemakai narkoba,rehabilitasi narkoba,berita sumsel,berita palembang,dokter spesialis,menghilangkan penggunaan narkoba,

Dokter menilai memori sebabkan pecandu kembali gunakan narkoba

Dokumentasi- Tempat Rehabilitasi pecandu narkoba di Yayasan AR Rahman Palembang (ANTARA News Sumsel/Evan Ervani)

Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Remaja menjadi kalangan yang paling rentan terjerat narkoba karena dinilai mudah terpengaruh dan masih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

"Anak remaja biasanya cukup rentan yang memulai pertama kali. Karena remaja merasa tertantang, merasa ingin tahu dan mencoba-coba ajakan orang lain," kata dokter spesialis kesehatan jiwa dari Rumah Sakit Persahabatan dr Tribowo T Ginting SpKJ saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Sedangkan dilihat dari kecenderungan penyalahgunaan narkoba, lanjut Tribowo, orang biasanya pada dalam kondisi yang depresi, cemas, dan rendah diri.

"Latar belakang orang pakai narkoba bisa dari psikologis. Pada kondisi depresi, cemas, akhirnya makai. Ada kondisi rendah diri, merasa tertantang, merasa harus diakui," kata dia.

Namun Tribowo menekankan seseorang yang mengalami kondisi tidak baik di lingkungan keluarga atau pola asuh yang salah dari orang tua tidak bisa dipastikan akan terjerumus pada penyalahgunaan narkoba.

"Tidak selalu orang yang pakai narkoba itu gara-gara pola asuh yang salah, atau keluarga 'broken home'," jelas Tribowo.

Kendati demikian, dia menekankan pemenuhan kebutuhan untuk seorang anak harus tetap dipenuhi oleh keluarga agar tidak terjerumus pada narkoba.

Baca juga: Pasangan suami istri terjerat kasus narkoba

"Merasa terpenuhi secara umum, bukan secara materi atau apa. Komunikasi keluarga bagaimana cara memperlakukan anak, bagaimana anak merasa nyaman. Perhatian keluarga itu penting sekali," kata dia.
(T.A071/I. Sulistyo)