Jaringan gas PGN dan Pertagas dibuat satu harga

id pgn,pertagas,gas,harga gas,BPH Migas,Jugi Prajogio,berita palembang,berita sumsel,harga elpiji

Petugas Perusahaan Gas Negara (PGN) memastikan keandalan instalasi saluran rumah tangga di rumah konsumsen. (ANTARA Sumsel/Feny Selly/Ang/17)

Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Jaringan gas untuk rumah tangga yang dialirkan PT Pertagas Niaga dan PT PGN akan diseragamkan dan dibuat satu harga.

"Kami ingin mencoba agar harga ini diangkat sama-sama antara PGN dan Pertagas Niaga jadi satu harga," kata Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Jugi Prajogio seusai dengar pendapat (public hearing) evaluasi harga gas bumi untuk rumah tangga di enam kabupaten/kota di Jakarta, Rabu.

Jugi mengatakan rencana penerapan satu harga gas bumi untuk jaringan rumah tangga diharapkan dapat bisa rampung tahun ini.

Ia menuturkan kisaran harga gas untuk rumah tangga sederhana dan tidak mampu (rumah tangga 1) akan berada dikisaran Rp4.500 per kubik (m3) hingga Rp5.000 per m3. Sementara untuk rumah tangga menengah ke atas (rumah tangga 2) akan dipatok pada kisaran Rp6.000 per m3 hingga Rp6.500 per m3.

"Itu harapan kami, jadi harganya secara nasional," tuturnya.

Jugi menuturkan, kisaran harga jual gas tersebut akan dibuat tetap lebih murah dari harga elpiji. Pasalnya, penggunaan gas dinilainya lebih hemat karena bahan bakunya yang tidak perlu diimpor seperti elpiji.

Badan usaha yang memproduksi dan mengalirkan gas nantinya juga akan diatur perolehan margin dari harga tersebut. Tujuannya adalah agar badan usaha bisa mengembangkan jaringan sendiri di masa mendatang.

"Jadi tahap pertama (kami atur) di enam wilayah ini, mungkin dekat-dekat akhir tahun kami tetapkan harga yang sama, nanti dihitung lagi," ujarnya.

Saat ini, BPH Migas tengah melakukan evaluasi harga jual jaringan gas rumah tangga di enam kabupaten/kota yakni Muara Enim, Pali, Mojokerto, Samarinda, Musi Banyuasin dan Lampung. Sidang komite untuk menetapkan harga jual gas bumi untuk rumah tangga di enam kabupaten/kota itu akan dilakukan dalam satu hingga dua minggu mendatang setelah kegiatan dengar pendapat yang digelar di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan BPH Migas, harga jual gas di Muara Enim dan dan Pali untuk rumah tangga 1 sebesar Rp4.750 per m3 dan rumah tangga 2 sebesar Rp6.650 per m3.

Di Musi Banyuasin, harga dievaluasi untuk rumah tangga 1 sebesar Rp4.900 per m3 dan rumah tangga 2 Rp6.850 per m3. Di Lampung harga dievaluasi menjadi Rp4.450 per m3 untuk rumah tangga 1 dan Rp6.200 per m3 untuk rumah tangga 2.

Sementara di Mojokerto harga rumah tangga 1 dievaluasi menjadi Rp4.350 per m3 dan Rp6.100 per m3 untuk rumah tangga 2. Sedangkan di Samarinda, harga dievaluasi menjadi Rp4.400 per m3 untuk rumah tangga 1 dan Rp6.200 per m3 untuk rumah tangga 2.
(T.A062/C. Hamdani)
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar