Menteri Susi pantau hiu tutul di Probolinggo

id menteri kelautan , kkp, menteri susi,hiu tutul, hiu

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (FOTO ANTARA)

..Sejak Desember 2017 hingga Februari 2018, hiu tutul bermigrasi dari selat Australia yang mengalami cuaca ekstrem ke perairan Kota Probolinggo...
Probolinggo (ANTARA News Sumsel) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berencana memantau keberadaan spesies hiu tutul yang kini banyak ditemui di perairan Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (14/2).

Menteri yang dikenal dengan slogan "tenggelamkan" itu datang ke Probolinggo dengan menggunakan helikopter dan mendarat di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, Selasa sore, namun ia enggan menjelaskan secara detail terkait kunjungannya ke Kota Mangga itu.

"Besok saja. Yang pasti saya akan melihat apa saja yang ada di Probolinggo ini," kata Menteri Kelautan dan Perikanan yang akrab disapa Susi itu dengan singkat.

Sementara Kepala Dinas Perikanan Kota Probolinggo Budi Krisyanto yang juga menyambut kedatangan Menteri Susi di Stadion Bayuangga mengatakan tidak ada agenda khusus yang dilakukan Menteri Susi Pudjiastuti di Kota Probolinggo.

"Ibu menteri mendarat di Stadion Bayuangga dan tidak ada agenda khusus. Setelah ini Bu Susi langsung beristirahat di Bee Jay Bakau Resort (BJBR) Probolinggo," tuturnya.

Ia juga mengelak jika kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan itu terkait dengan demo nelayan Kota Probolinggo  tentang pelarangan alat tangkap cantrang karena persoalan tersebut sudah selesai.

"Kalau masalah cantrang sudah selesai dan Bu Menteri Susi sudah punya solusinya, bahkan nelayan juga sudah setuju," katanya.

Seperti diketahui sejak Desember 2017 hingga Februari 2018, hiu tutul bermigrasi dari selat Australia yang mengalami cuaca ekstrem ke perairan Kota Probolinggo, sehingga masyarakat bisa menjumpai hiu tutul di sepanjang perairan Probolinggo.

"Bisanya hiu tutul dapat terlihat mulai dari perairan Mayangan di Kota Probolinggo sampai Paiton di Kabupaten Probolinggo," katanya, menambahkan.
Pewarta :
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar