Korban travel umrah di Palembang bertambah

id abu tur, abu tour, travel umrah,umrah, umroh, korban umroh,jamaah umroh, korban umroh bertambah

Arsip - Calon jemaah umroh Abu Tour menunjukkan surat penundaan keberangkatan di Kantor Cabang PT Abu Tour Palembang, Jumat (9/2). (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/18)

Palembang  (ANTARA News Sumsel) - Korban travel umrah di Palembang, Sumatera Selatan terus bertambah dan berupaya meminta pertanggungjawaban perusahaan Abu Tur segera memberangkatkan atau mengembalikan uang biaya perjalanan ibadah umrah yang telah mereka stor.

Puluhan jamaah calon umrah yang telah melunasi biaya perjalanan ke Tanah Suci Mekkah sejak sepekan terakhir hingga Selasa, tampak silih berganti terus mendatangi kantor perwakilan Travel Abu Tur.

Warga datang setelah perusahaan travel umrah itu ditutup pengelolanya setelah adanya rombongan jamaah yang gagal berangkat meminta pertanggungjawaban pihak travel yang berkantor pusat di Makasar itu.

Salah seorang korban travel umrah, Hendra menjelaskan dia bersama puluhan jamaah yang dijadwalkan pihak Abu Tur berangkat pada Januari 2018 berupaya meminta pertanggungjawaban pihak pengelola travel tersebut.

"Beberapa pekan lalu masih ada petugas travel yang bisa dihubungi, namun setelah adanya pemberitaan di koran dan media massa lainnya mengenai banyaknya jamaah Abu Tur yang mengungkapkan gagal berangkat umrah, beberapa hari terakhir tidak ada lagi yang bisa dihubungi," ujarnya.

Untuk mendapatkan informasi mengenai kepastian bisa tidaknya dia bersama rombongan keluarga berangkat umrah berupaya mendatangi Kantor Abu Tur di kawasan Jalan Inspektur Marzuki Palembang itu, namun kantornya tertutup rapat pintu besi dan dipasangi garis polisi.

Melihat fakta tersebut, sangat diharapkan bantuan dari aparat kepolisian dan Kementerian Agama untuk memfasilitasi para korban travel umrah tersebut mendapatkan kembali uangnya atau segera dijadwalkan keberangkatannya, katanya.

Selain ke kantor travel Abu Tur, jamaah yang gagal berangkat umrah juga mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan di Palembang untuk meminta bantuan mendesak pihak travel memastikan keberangkatan mereka.

Kasubag Humas Kanwil Kemenag Sumsel Saefudin Latief mengatakan dalam sepekan terakhir secara bergantian ratusan jamaah calon umrah dari travel Abu Tur melaporkan permasalahan gagalnya mereka berangkat umrah.

Pengaduan korban travel umrah tersebut saat ini tengah dipelajari dan diupayakan penyelesaiannya sesuai dengan wewenang institusinya, kata Saefudin.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar