Jokowi naik truk pantau pembangunan jalan tol

id tol sumatera,jalan tol, jokowi,berita sumsel,progres pembangunan jalan

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kanan), Menteri PUPR M. Basuki Hadimuljono (kedua kiri) meninjau gerbang tol Palembang . (ANTARA Sumsel/Nova Wahyudi/17)

Bankauheni (Antaranews Sumsel) - Presiden Joko Widodo menaiki truk menyusuri  jalan tol Trans Sumatera ruas Bakuheni-Terbanggi Besar segmen Pelabuhan Bakauheni Pelabuhan Bakauheni SS Bakauheni, Minggu.

Presiden Joko Widodo menyusuri ruas tol Seksi 1 (Pelabuhan-Bakauheni) sepanjang 8,9 km.
    
Joko Widodo meresmikan JTTS seksi 1 segmen Pelabuhan dan Seksi 5 (Lematang-Kotabaru) sepanjang 5,64 km, sehingga total keseluruhan yang diresmikan adalah sepanjang 14,54 km.

Pembangunan ruas tol Seksi I dilakukan oleh PT PP (Persero) dan pembangunan ruas tol seksi 5 dilakukan oleh PT PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Joko Widodo dalam kesempatan itu mangatakan peresmian jalan tol itu untuk mendorong agar dapat diakses pada pelaksanaan Asian Games 2018.

"Saya mendorong agar jalan  tol dari Bakauheni hingga Palembang selesai sebelum pelaksanaan Asian Games,"  ujarnya.

Ia meyakini pembangunan jalan tol tersebut sesuai waktunya meski masih ada permasalahan seperti pembebasan lahan.

Pembangunan JTTS, lanjutnya, sangat penting mengingat merupakan proyek strategis nasional.

Joko Widodo dalam kesempatan itu mengatakan bahwa pembangunan JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,9 km  menelan biaya sekitar Rp16,8 triliun.

Pembangunan jalan tol ini menurutnya, untuk transportasi logistik maupun umum lainnya.

"Manfaat jalan tol itu akan dirasakan masyarakat Sumatera khususnya Lampung," jelasnya.

Selain proyek strategis itu, lanjutnya, di Lampung juga dibangun proyek lainnnya,  seperti Waduk Waysekampung yang pengerjaannya baru mencapai 15 persen.

Pemerintah juga tengah giat membangun infrastruktur fundamental lainnya seperti pelabuhan, pembangkit listrik, Bandara, jalan dan lain-lain.

"Pembangunan infrastruktur itu akan mengurangi biaya logistik, sehingga barang akan menjadi murah," jelas dia.   
(T.A054/A. Lazuardi)

Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar