Mantan Panglima TNI jabat kepala staf Kepresidenan

id Moeldoko, mantan Panglima, staf kepersidenan, ganti, lantik

Jakarta, (Antaranews Sumsel) - Panglima TNI periode 2013-2015 Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan  guna menggantikan Teten Masduki.

 Presiden Joko Widodo melantik Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini pada Rabu pagi berbarengan dengan pejabat lainnya di Istana Negara.

Masuknya mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dalam pemerintahan Jokowi sudah diperkirakan setelah Presiden Jokowi mengamanahkan Moeldoko mewakili keluarga untuk menyampaikan sambutan pada pernikahan Bobby Afif Nasution dan Kahiyang Ayu pada 8 November 2017 lalu.

Moeldoko merupakan alumnus Akabri tahun 1981 dengan predikat terbaik sehingga berhak meraih penghargaan bergengsi Bintang Adhi Makayasa.

Selama karier militernya, Moeldoko juga banyak memperoleh tanda jasa yaitu Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Satya Lencana Dharma Santala, Satya Lencana Kesetiaan XXIV tahun,  Satya Lencana Kesetiaan XIV tahun, Satya Lencana Kesetiaan VIII tahun, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Wira Dharma, dan Satya Widya Sista.

Karier pria kelahiran Kediri, JaWa Timur pada 8 Juli 1957 sebagai KSAD merupakan waktu yang terpendek dalam sejarah militer di Indonesia seiring pengangkatannya sebagai Panglima TNI pada 2013, menggantikan Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Moeldoko hanya beberapa bulan menjabat sebagai KSAD, yakni sejak 20 Mei 2013 hingga 30 Agustus 2013.

Operasi militer yang pernah diikuti antara lain Operasi Seroja Timor-Timur tahun 1984 dan Konga Garuda XI/A tahun 1995. Ia juga pernah mendapat penugasan di Selandia Baru (1983 dan 1987), Singapura dan Jepang (1991), Irak-Kuwait (1992), Amerika Serikat, dan Kanada.

Pada 15 Januari 2014, Moeldoko meraih gelar doktor Program Pascasarjana Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia, dengan disertasinya berjudul "Kebijakan dan Scenario Planning Pengelolaan Kawasan Perbatasan di Indonesia (Studi Kasus Perbatasan Darat di Kalimantan)". Ia lulus dan mendapatkan gelar tersebut dengan predikat sangat memuaskan.

Usai menjabat sebagai Panglima pada 2015, Moeldoko terjun ke dunia politik dan menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Hanura pada 2016 lalu.

Kemudian, Moeldoko lebih sering turun ke para petani di seluruh Indonesia. jabatannya sebagai Ketua Umum HKTI mengharuskan Moeldoko memantau perkembangan lahan pertanian, termasuk upayanya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

Pendidikan militer yang pernah diikuti Moeldkoko, yakni Akabri 1981 (Lulusan Terbaik - Adhi Makayasa & Tri Sakti Wiratama), Kursus Dasar Kecabangan Infanteri, Kursus Dasar Para, Susjurpa Jumpmaster. Sus Bahasa Inggris, Sus Kasi Ops,  Suslapa-1 Inf, Suslapa Inf, Seskoad (1995) (Lulusan Terbaik), Sesko TNI (2001), Susdanrem, Susstrat Perang Semesta, PPRA XLII Lemhannas (2008).

Selama kariernya di dunia militer, Moeldoko pernah menjabat Danton Yonif Linud 700/BS Kodam VII/Wirabuana (1981), Danki A Yonif Linud 700/BS Kodam VII/Wirabuana (1983), Kasi Operasi Yonif Linud 700/BS Kodam VII/Wirabuana, Perwira Operasi Kodim 1408/BS Makassar, Wakil Komandan Yonif 202/Tajimalela, Kasi Teritorial Brigif-1 PAM IK/JS, Komandan Yonif 201/Jaya Yudha (1995), Komandan Kodim 0501 Jakarta Pusat (1996), Sespri Wakasad (1998), Pabandya-3 Ops PB-IV/Sopsad, Komandan Brigif-1/Jaya Sakti (1999).

Selain itu, Asops Kasdam VI/Tanjung Pura, Dirbindiklat Pussenif, Komandan Rindam VI/Tanjung Pura (2005), Komandan Korem 141/Toddopuli Bone (2006), Pa Ahli Kasad Bidang Ekonomi (2007), Direktur Doktrin Kodiklat TNI AD (2008), Kasdam Jaya (2008),  Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad (2010), Panglima Kodam XII/Tanjungpura (2010), Panglima Kodam III/Siliwangi (2010),  Wakil Gubernur Lemhannas (2011), Wakasad (2013), KSAD (2013) dan Panglima TNI (2013-2015)

Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar