Warga jadikan penampungan IPAL sebagai lokasi wisata

id ipal,lokasi wisata,objek wisata,berita palembang,berita sumsel,Desa Seguring,instalasi pengelolaan air limbah

Ipal. (ANTARA FOTO)

Rejang Lebong (Antaranews Sumsel) - Kalangan warga Desa Seguring, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, memanfaatkan tempat penampungan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) sebagai lokasi wisata di daerah itu.

Kepala Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara, Jumadi Irawan di Rejang Lebong, Sabtu, mengatakan bak penampungan air limbah itu sendiri posisinya berada di pinggiran sungai di daerah itu belakangan banyak didatangi orang yang akan melakukan swafoto.

"Banyak orang yang datang kesini untuk melakukan foto-foto atau selfi. Sebelumnya tempat penampungan IPAL ini merupakan bangunan program Sanimas tahun 2017, setelah selesai dibangun bangunannya di tambahkan dengan aneka lukisan serta warna yang terang sehingga menjadi menarik," ujarnya.

Bak penampungan air limbah buangan rumah tangga di Desa Seguring itu tambah dia, memiliki ukuran 10x12 meter dengan cat warna-warni serta tangga semen yang diantaranya anak tangganya ditanami aneka jenis bunga.

Selain itu posisi bak air limbah ini juga berada di pinggiran sungai yang penuh bebatuan besar dan menghadap ke areal persawahan warga, sehingga menjadi daya tarik orang untuk sekedar duduk-duduk atau berfoto selfi.

Sementara itu program sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas) yang diterima Desa Seguring pada 2017 lalu kata Jumadi Irawan, sebesar Rp425 juta yang dibiayai oleh Islamic Development Bank itu dikelola oleh KSM Maju Jaya yang dibina oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Serangkai.

Bangunan IPAL komunal itu sendiri bertujuan untuk mengolah limbah dari rumah tangga warga sekitar, dimana setidaknya ada 50 rumah tangga yang memanfaatkan saluran pembuangan limbah ini sebelum dibuang ke Sungai Seguring.

"Air limbah yang sudah diolah melalui IPAL komunal ini, kemudian dibuang ke sungai. Air limbah yang sudah diolah ini aman bagi lingkungan," katanya.
(T.KR-NMD/H. Zainudin)

Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar