Simeone gagalkan Intermilan raih kemenangan atas Fiorentina

id Simeone,fiorentina,inter milan,kekalahan intermilan,gol pemain fiorentina,liga italia,berita palembang,berita sumsel

Para pemain Fiorentina merayakan gol ke gawang Inter Milan dalam Liga Italia. (Ist)

Milan (Antara/Reuters) - Rasa frustrasi Inter Milan di Liga Italia berlanjut pada Jumat (Sabtu WIB) ketika mereka ditahan imbang 1-1 di markas Fiorentina oleh gol penyama kedudukan dari Giovanni Simeone.

Inter membuka keunggulan pada menit ke-55 dengan gol dari pencetak gol terbanyak mereka Mauro Icardi, gol ke-18nya di Liga Italia musim ini, namun Simeone, putra pelatih Atletico Madrid Diego, mampu mengamankan satu poin untuk Fiorentina pada menit ke-90.

Tim peringkat ketiga Inter telah mengoleksi 42 poin, tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen Napoli dan lima poin dari tim peringkat kedua Juventus, setelah memperpanjang laju tanpa kemenangan mereka di liga menjadi lima pertandingan.  

Napoli akan menjamu tim papan bawah Verona pada Sabtu, sedangkan Juventus mendatangi markas Cagliari.

Pelatih Inter Milan Luciano Spalletti mengakui bahwa Fiorentina layak mendapatkan satu poin namun murka ketika pada wawancara pascapertandingan ia ditanyai apakah timnya memerlukan penambahan kekuatan.

"Saya tidak mengatakan apapun karena saya adalah satu-satunya orang yang harus pergi ke ruang ganti dan mengatakan kepada para pemain bahwa mereka tidak cukup bagus," ucapnya.

"Sudah jelas bagi semua orang bahwa kami kekurangan bek tengah... Itu telah diketahui sejak awal musim... Bahkan ibu saya mengetahuinya."

Tim peringkat ketujuh Fiorentina semestinya dapat memimpin saat turun minum, namun mereka menyia-nyiakan serangkaian serangan balik menjanjikan.

Simeone nyaris mencetak gol pada menit kedua dan Cyril Thereau menyia-nyiakan dua peluang ketika ia melepaskan kedua tembakan yang melambung di atas mistar gawang dari posisi yang bebas.  

Inter lolos dari ancaman-ancaman lain setelah turun minum sebelum kemudian berhasil unggul, Icardi bereaksi dengan cepat untuk mencetak gol pada upaya kedua ketika tandukannya dapat digagalkan Marco Sportiello.

Kiper Inter Samir Handanovic menggagalan tembakan Federico Chiesa yang terdefleksi dengan kakinya dan menepis sepakan "overhead" Khouma Babacar.

Bagaimanapun, kiper Slovenia itu tidak berdaya ketika Simeone menembakkan bola dari jarak dekat setelah mendapatkan umpan pendek dari pemain pengganti Valentin Eysseric di dalam kotak penalti.

Chievo memiliki gol yang dianulir oleh sistem video tayangan ulang (VAR) ketika mereka ditahan imbang 1-1 oleh tamunya Udinese pada pertandingan lain malam itu.

Tembakan Ivan Radovanovic membawa Chievo memimpin pada menit kesembilan, dan "Keledai-keledai Terbang" berpikir mereka telah unggul dua gol tidak lama kemudian.

Fabrizio Cacciatore menanduk bola masuk ke tiang dekat, Chievo merayakannya dan Udinese, yang tidak memprotes gol itu, telah siap untuk kembali memulai pertandingan ketika wasit memberi sinyal tayangan ulang dengan membuat citra televisi di udara.

Setelah penantian panjang, gol itu dianulir karena offside terhadap Cacciatore.

Chievo semakin frustrasi ketika Nenad Tomovic mencetak gol bunuh diri empat menit sebelum turun minum.
Penerjemah: RF

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar