Desa Tungku Jaya OKU Kembangkan Ekonomi Produktif

id ukiran kayu jepara, desa tungku jaya oku, kembangkan ekonomi produktif, dana desa, kayu jepara

Dokumentasi - Meubel ukiran Jepara (ANTARA FOTO)

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Desa Tungku Jaya Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan akan mengembangkan ekonomi produktif memanfaatkan kerajinan seni ukir Jepara menggunakan dana desa.

"Kerajinan seni ukir Jepara di Desa Tungku Jaya akan digalakkan mulai tahun depan," kata Kepala Desa (Kades) Tungku Jaya, Malik di Baturaja, Selasa.

Pemerintah desa setempat akan menganggarkan dana desa untuk pelatihan dengan mendatangkan instruktur dari Jepara yang telah memiliki sertifikat.

Menurut dia, kerajinan seni ukir Jepara amat dibutuhkan untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

"Oleh karena itu kami telah menyiapkan bahan baku karena banyak di desa ini," katanya.

Bahan baku seperti kayu jati atau mahoni masih cukup banyak tersedia di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bahkan mengirim bahan kayu ke Jepara dan potensi itu lebih baik diolah sendiri.

Malik punya impian ketika masyarakat berbicara kerajinan seni ukir, maka Desa Tungku Jaya yang menjadi acuannya akan dikenal, serta didukung oleh anggota organisasi karang taruna desa setempat.

Selain Kerajinan seni ukir, pihaknya juga akan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di sektor penyedia barang pertanian, seperti pupuk atau obat-obatan pertanian.

Pihaknya juga akan menghidupkan kembali pasar desa yang dibangun pada 2012-2013, karena selama ini pasar tersebut belum digunakan secara maksimal, namun sebelumnya akan dibuat dulu peraturan desa sebagai badan hukum, katanya.

Untuk iuran, dijelaskan Malik, seorang pedagang dikenakan Rp300 ribu dan Rp25 ribu/bulan. Retribusi itu akan digunakan sebagai modal pendirian Koperasi Pasar sehingga para pedagang bisa meminjam modal di koperasi tersebut.

"Peminjaman modal ini ditujukan supaya pedagang tidak terlilit utang dengan rentenir, jadi pasar tersebut dikelola masyarakat bersama agar menjadi ekonomi produktif," kata Malik.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar