Fasilitas TPS bagi penyandang disabilitas perlu diperhatikan

id tps, tempat pemungutan suara, penyandang disabilitas, akses tps, tps khusus disabilitas

Dokumentasi- pemilih memasukka surat suara kedalam kotak suara. (ANTARA FOTO/Yahanan Sulam/15)

Bekasi (ANTARA Sumsel) - Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta penyelenggara Pilkada serentak 2018 bisa memfasilitasi akses menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Kesulitan kami mengakses TPS kadang menjadi kendala sehingga hak pilih bisa tidak tersalurkan," kata Ketua PPDI Kota Bekasi Daryanto di Bekasi, Minggu.

Akses yang dimaksud berupa penyediaan infrastruktur pendukung bagi kemudahan mobilitas kaum difabel dalam menyuarakan hak politiknya.

Daryanto mencontohkan, bagi penyandang tuna daksa yang mobilitasnya mengandalkan kursi roda kadang kala kesulitan mengakses TPS.

"Misalnya saja agenda Pilkada tahun lalu, ada TPS yang lokasinya bisa dicapai dengan melewati saluran air, tapi tidak ada jembatannya yang bisa menghubungkan kursi roda dengan TPS," katanya.

Kasus lainnya, kata dia, dialami oleh penyandang tuna netra yang sebelumnya kesulitan membaca serta memperoleh informasi dari kertas suara.

"Namun persoalan itu sudah teratasi dengan penyediaan kertas suara huruf braile," katanya.

Menurut Daryanti, tidak perlu semua TPS menyediakan infrastruktur yang ramah disabilitas, melainkan cukup di TPS yang pemilihnya ada penyandang disabilitas.

"Kami siap memberikan data di wilayah mana saja ada penyandang disabilitas berikut jenis persoalan yang dialaminya," katanya.

Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi mengaku pihaknya sudah mengantongi data awal mengenai keberadaan kaum disabilitas dari Dinas Sosial setempat.

"Namun kami sadari data dari Dinsos itu masih terlalu umum, sehingga akan kita kroscek lagi dari data PPDI," katanya.

Pihaknya mengaku siap memenuhi permintaan tersebut demi kondusivitas jalannya Pilkada 2018.

"Infrastruktur penunjang kaum disabilitas sudah masuk dalam anggaran kegiatan kami," katanya.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar