Blanko KTP-e belum tersedia sesuai jumlah penduduk

id blanko ktp elektronik, dukcapil, reses anggota dewan ke dukcapil, RA Anita Noeringhati

Anggota DPRD Sumsel tinjau pelanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Palembang, Rabu (5/12) (ANTARA Sumsel/17/Susi/I016)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Blanko KTP elektronik belum tersedia sesuai dengan jumlah penduduk Kota Palembang yang harus mendapatkan kartu identitas kependudukan tersebut.

Koordinator Daerah Pemilihan I Kota Palembang DPRD Sumatera Selatan, RA Anita Noeringhati menyampaikan hal itu usai melakukan reses ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Palembang, Sumatera Selatan, Selasa.

Menurut dia, pihaknya ke Disdukcapil ini untuk memantau masyarakat yang belum mendapatkan KTP-e bisa lebih cepat mendapatkan surat keterangan dari Disdukcapil untuk keperluan yang sangat mendesak. Misalnya untuk perbankan, pencalonan dan keperluan lainnya yang mengharuskan mempunyai KTP.

"Kita tahu bahwa ternyata blanko KTP-e masih belum tersedia sesuai dengan jumlah penduduk yang harus mendapatkan KTP, dari jumlah penduduk 1.835.905 jiwa yang wajib KTP sebanyak 1.147.696 jiwa," ujarnya.

Ia menyatakan, di dalam pelaporannya masih menunggu verifikasi dari pusat data yang dikirimkan ke pusat sekitar 11.040 jiwa sehingga memang untuk masyarakat diminta bersabar.

"Kami juga meminta Disdukcapil memberikan pelayanan yang lebih cepat didalam KTP-e yang belum mendapatkan," tuturnya.

Sementara Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Palembang, Sahlan Syamsu mengatakan, jumlah penduduk Kota Palembang 1.835.905 jiwa. Sedangkan yang wajib KTP sebanyak 1.147.696 jiwa dan warga yang sudah merekam sebanyak 1.146.650 jiwa atau sekitar 99,91 persen.

Kemudian KTP elektronik yang diterima dan dicetak di dinas yang diterima dari pusat (2011-2014) sebanyak 987.194 keping dan dicetak di dinas (2015-sekarang) sebanyak 198.381 keping.

Selain itu, pihaknya juga melayani mereka yang KTP-nya hilang, kemudian pindah alamat dan rusak, katanya. 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar