Mendikbud tegur siswa yang merokok di jalan

id Mendikbud, Muhadjir Effendy, siswa merokok, rokok, pelajar merokok, Istana Bogor, menegur siswa, seorang siswa, Ibnu Arrosyid

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. (ANTARA /Widodo S. Jusuf)

Jakarta (ANTARA Sumsel)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy turun dari mobil saat hendak rapat ke Istana Bogor dan menegur siswa yang merokok di jalan di depan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bogor, Selasa.

Mendikbud keluar dari mobil dan menyapa para siswa. Sontak para siswa kaget karena dihampiri oleh seorang menteri, Mendikbud pula. Kurang yakin dengan sosok yang dilihatnya, sebagian siswa lantas mengecek nomor polisi mobil Toyota Innova itu dan membenarkan mobil dinas Mendikbud dengan plat nomor RI 27.  
 
Delapan siswa yang bergerombol itu pun lantas mematikan rokoknya dan menyalami Mendikbud. Ditanya sedang apa di luar sekolah pada saat jam pelajaran, salah seorang siswa, Ibnu Arrosyid, menjawab sudah selesai ujian akhir semester.

"Kalau sudah selesai ujian sebaiknya belajar untuk ujian besok atau pulang membantu orang tua. Jangan bergerombol dan merokok begini, kurang produktif," kata Mendikbud.

Menteri yang juga guru besar Universitas Negeri Malang ini masih trauma dengan kejadian beberapa waktu lalu, yakni perkelahian yang mengakibatkan seorang pelajar tewas di kabupaten Bogor.

Mendikbud juga mengingatkan agar tidak terpancing dengan ajakan perkelahian. Menurut Muhadjir, usia muda sangat menentukan untuk memperbanyak bekal masa depan.

"Jangan digunakan untuk hal-hal negatif, perbanyak aktivitas positif," pesannya.

Menariknya, usai menasehati para siswa dan menyuruhnya pulang, Mendikbud merogoh uang dari sakunya. Masing-masing siswa diberinya uang Rp. 100.000.

"Jangan buat beli rokok ya," tukas Mendikbud.

Aksi berhenti spontan di tengah jalan ketika melihat siswa memang menjadi kebiasaan Mendikbud setiap melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah.

Biasanya Mendikbud membagikan buku bacaan cerita rakyat. Kebiasaan lainnya adalah melaksanakan apel atau upacara bendera setiap hari Senin di sekolah-sekolah yang dipilihnya secara acak. Tujuannya, kata Mendikbud, untuk selalu dekat dan memotivasi siswa di Indonesia. Selain itu juga untuk memupuk nasionalisme.

Mendikbud ke Bogor hari Selasa untuk menghadiri rapat di Istana Bogor bersama Presiden Joko Widodo dan jajaran Kabinet Kerja. Selain itu ia juga menyempatkan menghadiri peluncuran Program Studi Pendidikan Guru PAUD di STKIP Muhammadiyah Bogor.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar