Kesiapan Sumatera Selatan tuan rumah Asian Games XVIII

id asian games, AG, sumsel, sumatera selatan, palembang, sea games, jakabaring, Inasgoc, singapura, alex noerdin, pemprov

Dokumentasi - Pekerja menyelesaikan pemasangan layar digital hitung mundur pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Selasa (15/8) (ANTARA Sumsel/Nova Wahyudi/dol/17)

....Malu kita dilihat orang asing kalau Kota Palembang jorok....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara Asian Games XVIII 2018 kini terus berbenah dengan memperbaiki dan menyempurnakan berbagai infrastruktur pendukung pertandingan, termasuk fasilitas umum, seperti jalan dan objek wisata.

Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan olahraga akbar Asia itu melaksanakan di dua tempat, yaitu DKI Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan.

Khusus di Palembang, dalam 3 tahun terakhir, mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti jalur kereta ringan (LRT) sepanjang 22 km dan 13 stasiun mulai dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hingga kawasan olahraga Jakabaring Sport City dengan menelan biaya APBN sekitar Rp10,9 triliun itu hampir rampung 75 persen.

LRT yang melewati dari sisi kiri Jembatan Ampera Palembang tersebut ditargetkan beroperasi sebelum Asian Games 2018.

Selain itu, Tol Palembang-Indralaya (Kabupaten Ogan Ilir) sepanjang 23 km untuk tahap pertama telah rampung dan diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada bulan Oktober 2017.

Adapun kawasan Jakabaring Sport City Palembang sebagai pusat pertandingan 11 cabang olahraga Asian Games tinggal penyempurnaan venue-venue karena Jakabaring Sport City adalah bekas tempat penyelenggara SEA Games XVII 2011.

Begitu pula, wisma atlet dan rusunami yang akan menampung sebanyak 800 orang panitia dan sebagian peserta juga terus dikebut pembangunannya.

INASGOC sebagai panitia pelakasana yang ditunjuk pemerintah terus memantau perkembangan persiapan di Palembang.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan bahwa Palembang sebagai tuan rumah mendampingi DKI Jakarta telah siap dalam segala hal untuk melaksanakan perhelatan olahraga akbar Asia itu.

Menurut dia, Palembang yang paling siap dalam segala melaksanakan Asian Games 2018, baik dari segi infrastruktur, kelengkapan fasilitas lainnya, maupun keamanan dan kenyamanan yang cukup kondusif.

Ia menjelaskan bahwa Jakabaring Sport City Palembang seluas lebih kurang 350 hektare yang terletak di Seberang Ulu Kota Palembang ini adalah merupakan pusat kawasan olahraga terpadu yang memiliki standar internasional yang tidak kalah dengan Thailand dan Singapura.

Bahkan, venue danau Jakabaring untuk cabang dayung saat ini adalah yang terbaik di dunia, katanya.

Kini, tinggal pembenahan dan memperindah kawasan Kota Palembang yang masih agak semrawut. Itu pun dampak pembangunan LRT yang menyebabkan kemacetan di sana-sini, dan sebagian jalan protokol mengalami kerusakan.

Akan tetapi, kerusakan itu mulai diperbaiki pihak kontraktor Hutama Karya bekerja sama dengan Balai Besar Peningkatan Jalan Nasional (BPPJN).

Alex Noerdin juga meminta Wali Kota Palembang Harnojoyo untuk menata kota sebaik mungkin, misalnyai taman, kawasan yang masih kumuh seperti pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan lainnya.

"Tugas Wali Kota adalah memperindah kota dan membenahi kawasan-kawasan kumuh sebab ribuan tamu dari mancanegara akan berdatangan ke Palembang pada pelaksanaan Asian Games 2018. Malu kita dilihat orang asing kalau Kota Palembang jorok," katanya.

Gubernur Alex Noerdin juga meminta Kapolda Sumatera Selatan dan Pangdam II/Sriwijaya agar tetap menjaga kestabilan keamanan daerah karena ini adalah satu kunci vital guna menyukseskan Asian Games.

Ia mengimbau masyarakat Sumatera Selatan agar menjaga ketertiban dan keamanan untuk menyukseskan penyelenggaraan Asian Games di Palembang.
   
Melihat Singapura
Guna suksesnya penyelenggaraan Asian Games XVIII di Palembang, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun bekerja sama dengan KONI setempat mengambil inisiatif dengan membawa puluhan pewarta dan pegiat media sosial (medsos) ke Singapura 2 pekan lalu.

Aquatic Centre Singapura (ANTARA Sumsel/Indra Goeltom/17)

Berkunjung ke Singapura itu dengan tujuan sekadar melihat begitu tersohornya negeri kepulauan ini dan bukan mengecilkan arti membanding-bandingkan dengan Indonesia, khususnya Sumsel.

Akan tetapi, jika melihat fakta sesungguhnya, banyak manfaat yang bisa dipetik dari negara kecil dengan tingkat perekonomian yang cukup maju meskipun sama sekali tidak memiliki kekayaan sumber daya alam.

Misalnya, penataan kota yang cukup rapih dan bersih mulai dari taman-taman kota, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, rekreasi, hingga gedung-gedung bertingkat menjulang tinggi tertata dengan baik.

Begitu pula, infrastruktur jalan mulus di mana-mana sehingga transportasi massal dan umum melaju tanpa hambatan, di samping disiplin masyarakatnya dan keamanan yang membuat nyaman bagi para pengunjung atau wisatawan.

Itu yang membuat negeri singa yang terletak di Semanjung Malaysia dengan luas wilayah 581 km2 dan berbatasan dengan Kepuluan Riau (Indonesia) ini sepertinya penting menjadi acuan bagi Indonesia yang akan menjadi tuan rumah penyelengara Asian Games XVIII 2018, kata Kepala Dinas Kominfo Sumsel Farhat Sukri.

Kemacetan lalu lintas pun hampir tidak ada di Singapura sebab pemerintah di sana dari informasi yang didapat memberlakukan pajak biaya kendaraan bermotor cukup tinggi atau 50 persen dari harga kendaraan. Bahkan, jika memiliki lebih dari satu kendaraan, bisa lebih tinggi lagi. Hanya orang paling kaya di Singapura ini memiliki lebih dari satu kendaraan, katanya.


Transportasi massal di Singapura (ANTARA Sumsel/Indra Goeltom/17)

Imbasnya keterbatasan mobil pribadi di Singapura membuat sama sekali tidak ada kemacetan lalu lintas. Masyarakat Singapura sebagian besar menggunakan transportasi massal, seperti bus, LRT, dan MRT.

Namun, dari sisi infrastruktur olahraga, seperti kawasan Stadion Aquatic Singapura tidak jauh berbeda dengan Jakabaring Sport City dengan segala fasilitas berstandar internasional yang dimiliki.

Kawing, warga Singapura, mengatakan bahwa kedisiplinan dan taat hukum warga negara itu karena pemerintah memenuhi semua fasilitas, mulai pendidikan, kesehatan, hingga lapangan pekerjaan.

"Pemerintah kami juga tidak diskriminasi bagi rakyatnya meski Singapura memiliki tiga etnis, yakni Tionghoa, Melayu, dan India. Semua warga Singapura memiliki hak dan kewajiban yang sama. Tidak ada perbedaan di sini," kata Kawing yang keturunan Tionghoa yang fasih berbahasa Indonesia.

Ia mencontohkan ketika pemerintah memberikan kredit perumahan/apartemen memberlakukan semua keadilan dan kesejahteraan bagi warganya atau dengan persentase yang sama.

"Itu yang membuat kami di sini rukun dan tidak pernah ada pertikaian antargolongan atau SARA," ujarnya.

Singapura dengan wilayah yang amat kecil ini bukan menjadi penghalang untuk maju sehingga membuat pasar ekonomi negeri ini dengan pendapatan per kapita kelima tertinggi di dunia.


Kota Singapura (ANTARA Sumsel/Indra Goeltom/17)

Singapura mulai tumbuh dan berkembang setelah perdana menteri pertama Lee Kuan Yew melakukan berbagai gebrakan di bidang ekonomi yang tumbuh kompetitif di dunia, terutama di bidang ekspor dan impor, industri, dan jasa merupakan sektor yang paling dominan.

Komoditas ekspor Singapura adalah barang-barang elektronik, bahan-bahan konstruksi. Komoditas impornya adalah bahan makanan, minyak bumi, dan bahan-bahan baku industri.

Pemerintah Singapura menetapkan simpanan uang yang tinggi dengan memperkenalkan sistem penyimpanan uang yang wajib kepada para pekerja sehingga negara itu berada di peringkat ke-18 negara terkaya di dunia dengan simpanan dana cadangan sebesar 139 miliar dolar Amerika Serikat, serta pusat jasa keuangan dunia.

Singapura juga merupakan salah satu negara yang memiliki jalur perhubungan terbaik di dunia, baik melalui darat, udara, maupun laut.

Pelabuhan Udara Changi melayani lebih dari 60 perusahaan penerbangan dunia.

Jalur transportasi yang baik memudahkan akses ke seluruh bagian pulau. Singapura juga disebut sebagai negara yang mempunyai koneksi/hubungan paling banyak di Asia.

Semoga Indonesia ke depan bisa seperti Singapura.  (I016/D007) 

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar