Musi Banyuasin tingkatkan produksi jagung

id muba tingkatkan produksi jagung, tanaman jagung, petani jagung, panen jagung, jagung, pertanian jagung

Dokumentasi - Panen jagung (FOTO ANTARA)

Musi Banyuasin, Sumsel (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan berupaya mendorong petani terutama di Kecamatan Lalan meningkatkan produksi jagung.

"Petani di Kecamatan Lalan pada 2017 mampu meningkatkan produksi jagung hingga 8 ton per hektare, prestasi tersebut perlu diapresiasi dan didorong lebih baik lagi," kata Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex ketika melakukan kunjungan kerja dan panen raya jagung di Desa Mulya Jaya, Kecamatan Lalan, Selasa. 

Menurut dia, luas lahan tanaman jagung di Kecamatan Lalan mencapai 5.709 hektare, lahan tersebut produktifitasnya harus dimaksimalkan sehingga kabupaten ini kembali menjadi lumbung jagung nasional. 

Untuk mewujudkan target menjadi lumbung jagung nasional, Pemkab Musi Banyuasin akan terus membantu petani jagung khususnya di Kecamatan Lalan melakukan perluasan areal tanam dan produksi. 

"Pemkab akan terus mencari solusi yang terbaik untuk peningkatan pertanian di daerah ini berkoordinasi dengan pemerintah pusat," ujarnya. 

Dia menjelaskan, belum lama ini dirinya mendapatkan penghargaan dari Perdana Menteri Inggris dalam upaya melakukan terobosan pembangunan PLTG Terapung untuk masyarakat Lalan yang didukung secara penuh oleh Inggris. 

Berdasarkan hubungan baik dengan PM Inggris dan potensi daerah yang dimiliki, pihaknya berupaya meraih perhatian kalangan internasional dan melakukan lobi untuk bantuan di bidang pertanian, kata Bupati.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura A Thamrin menambahkan pada 2017 ini realisasi tanaman jagung di daerah ini mencapai 60 persen dengan harga jual jagung mencapai Rp3.200 per kilogramnya. 

Target tersebut pada 2018 diupayakan lebih besar lagi hingga 100 persen realisasi tanam jagung khususnya di Kecamatan Lalan yang saat ini produktifitasnya sudah sangat baik, kata Thamrin.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar