OKU akan tabur 5.000 benih ikan

id benih ikan, Dinas Perikanan, Sungai Ogan, bibit ikan, mengembalikan populasi ikan, ikan hias, bazar makanan

Dokumentasi - Penaburan benih ikan ke danau (ANTARA Sunsel/13/Feny Selly)

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Dinas Perikanan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan akan menabur sebanyak 5.000 ekor benih ikan di Sungai Ogan guna menambah populasi hewan air tersebut agar jumlahnya bertambah banyak.

Kepala Dinas Perikanan Ogan Komering Ulu (OKU), Tri Aprianingsih di Baturaja, Selasa mengatakan bahwa tahun ini pihaknya akan menabur 5.000 ekor bibit ikan di Sungai Ogan pada 21 November nanti.

"Penaburan benih ikan ini rencananya akan dilakukan pada 21 November 2017," katanya.

Dia mengungkapkan, jenis benih yang akan ditaburkan itu seperti bibit ikan baung, gurami dan nila agar jumlah populasi ikan tersebut berlimpah sehingga dapat dinikmati masyarakat guna memenuhi kebutuhan hidup.

"Khususnya bagi masyarakat OKU yang bergantung hidup dari hasil menangkap ikan di sungai," kata dia.

Menurut dia, penaburan benih dilakukan mengingat poupulasi hewan tersebut di Sungai Ogan saat ini cenderung sedikit diduga akibat ulah oknum masyarakat dalam menangkap ikan dengan cara yang dilarang.

"Seperti menangkap menggunakan cara disetrum dengan listrik dan menabur racun ikan di sungai sehingga banyak yang mati," ungkapnya.

Oleh sebab itu kata dia, pihaknya akan menabur benih ikan di Sungai Ogan agar dapat berkembang biak di habitatnya tersebut sekaligus menambah jumlahnya menjadi banyak lagi.

Pada saat pelaksanaan penaburan benih ikan nanti, kata dia, pihaknya juga akan membagikan delapan kolam bioflok atau yang terbuat dari terpal untuk lima kelompok ternak ikan wanita di Kabupaten OKU.

Satu kolam bioflok berbentuk bundar yang akan diberikan kepada kelompok ternak ikan tersebut memiliki ukuran 3x3 meter persegi dapat menampung sebanyak 5.000 benih ikan lele.

"Saat pelaksaan tabur benih nanti juga akan digelar pameran ikan hias, bazar makanan yang berbahan dari ikan," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar