Pegadaian bidik pendapatan Rp12.5 triliun

id pegadaian, target pendapatan, keuntungan, PT Pegadaian (Persero), gadai barang, gadai emas, pinjaman uang, jasa digital

Dokumentasi- Nasabah akan mengadaikan barangnya di Pegadaian (ANTARA Sumsel/Aziz Munajar/17)

Jakarta (ANTARA Sumsel) - PT Pegadaian (Persero) menargetkan pendapatan usaha pada tahun 2018 sebesar Rp12,5 triliun, melonjak sekitar 16,82 persen dibanding prognosa pendapatan tahun 2017 yang diproyeksikan mencapai Rp10,7 triliun.

"Performa keuangan perusahaan tahun 2018 diperkirakan akan terus tumbuh positif seiring dengan berlanjutnya prospek ekonomi nasional yang diperkirakan tumbuh 5,4 persen," kata Direktur Utama Pegadian Sunarso, pada paparan kinerja Pegadaian 2017-2018, di Jakarta, Selasa.

Menurut Sunarso, pada saat yang bersamaan Pegadaian menargetkan laba bersih pada 2018 sebesar Rp2,7 triliun, melonjak 7,14 persen dari tahun 2017 yang diperkirakan mencapai Rp2,52 triliun.

Ia menjelaskan, strategi utama dalam menghadapi tahun 2018 meliputi pelaksanaan pengembangan kanal distribusi melalui agen Pegadaian, melaksanakan transformasi produk dan layanan berbasis digital.

Selanjutnya mengoptimalkan tenaga bisnis proses outsourcing untuk meningkatkan penjualan, penataan outlet, optimalisasi penyediaan gudang barang jaminan, serta membangun infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung kanal distribusi dan jasa digital.

Sunarso yang sebelumnya adalah Wadirut BRI ini mengatakan, dalam tiga tahun terkahir jumlah nasabah Pegadaian juga terus meningkat dari 7,6 juta di 2015, melonjak 24,5 persen menjadi 9,5 juta di tahun 2017. Diproyeksikan akan menjadi 11,5 juta pada tahun 2018.

Pertumbuhan nasabah didukung oleh berbagai kelebihan serta layanan maksimal melalui jaringan yang sudah menjangkau hingga ke pelosok daerah yang menyabkan Pegadaian semakin dikenal dan diminati masyarakat kalangan menengah bawah.

Pada kurun waktu yang sama, perseroan juga berhasil menyalurkan kredit kepada masyarakat sampai dengan bulan Oktober 2017 mencapai Rp105 triliun, ditargetkan mencapai Rp142 triliun pada 2018.

Ia mengakui, bahwa kondisi persaingan di bisnis Pegadaian semakin ketat antara lain disebabkan terbitnya Peraturan OJK 31/2016 yang memungkinkan masuknya pemain-pemain baru di industri pegadian, serta disruption dari financial technology (fintech).

Di sisi lain pegadian harus memenuhi aspirasi pemegang saham untuk selalu meningkatkan perannya dalam inklusi keuangan yang diukur dengan banyaknya jumlah nasabah yang dapat dilayani Pegadaian.

"Strategi Pegadaian menghadapi tantangan meliputi transformasi pengembangan kanal distribusi maupun produk berbasis digital, digitalisasi proses bisnis dan transformasi di area human capital termasuk corporate culture," ujarnya.

Sunarso menambahkan, strategi yang dijalankan agar Pegadaian tetap dapat mempertahankan pangsa pasar atau market share di industri gadai dan mampu mendiversifikasi mesin pertumbuhan pada produk-produk nongadai, serta meningkatkan layanan sehingga mampu menambah jumlah nasabah secara signifikan.

Pada tahun 2018, Pegadaian menargetkan total aset mencapai Rp57,4 triliun, naik Rp7,1 triliun dibanding perkiraan tahun 2017. Sementara itu total ekuitas ditargetkan mencapai Rp19,9 triliun, naik dari sebelumnya Rp1,7 triliun.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar