Banyak peminat futsal di Porprov Sumsel

id futsal, cabang olahraga, porprov, taufik islah

Islah Taufik (Antarasumsel.com/Dolly Rosana/17/Ang)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Cabang olahraga futsal banyak peminatnya di Pekan Olahraga Provinsi XI Sumatera Selatan pada 18 November mendatang, karena tercatat 13 kabupaten/kota memastikan ambil bagian atau hanya empat kabupaten yang absen.

Ketua Pelaksana Cabang Olahraga Futsal Islah Taufik Effendi di Palembang, Selasa, mengatakan, hal ini merupakan pencapaian luar biasa mengingat cabang olahraga ini tergolong baru berkembang di Sumsel jika dibandingkan olahraga yang lain.

"Tercatat ada 13 klub putra dan 7 tim putri yang ambil bagian termasuk ada wakil dari kabupaten baru, Penukal Abab Lematang Ilir," kata dia.

Sementaa Kabupaten Kota lainnya, Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Empat Lawang, Musi Rawasa, Ogan Ilir, Lubuklinggau, Lahat, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Pagaralam, Palembang, serta Prabumulih.

"Jumlah peserta mengalami peningkatan dari sebelumnya Porprov X di Lubuklinggau 2015 yang hanya diikuti 12 kontingen," kata Islah.

Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Sumsel ini mengatakan untuk kelompok putri akan diikuti Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Banyuasin, Musi Rawas, Lubuklinggau, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, serta Palembang.

"Untuk kategori putri ini baru kali pertama futsal diperlombakan, ini merupakan pencapaian luar biasa juga," kata dia.

Terkait tim yang berpeluang juara, Islah mengaku sulit memprediksinya. "Kekuatan masih merata. Memang pada Porprov 2015 terjadi final antara Muba melawan Palembang, namun kami melihat sekarang kekuatan sudah tersebar," ujar dia.

Islah menambahkan sejauh ini proses administrasi belum tuntas karena masih ada beberapa kontingen yang belum menyertakan persyaratan administrasi atlet, seperti kartu tanda penduduk (KTP), dan kartu keluarga (KK).

"Terkait usia, saya kira tidak ada masalah karena semua di bawah kelahiran 1998. Kami berharap segera beres karena pada 16 November sudah digelar technical meeting," kata dia.




Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar