Ratusan penggiat fotografi ikuti "Photo Hunting" di pelabuhan Boom Baru

id foto, fotografi, pelindo, pelindo ii, photo hunting, pelabuhan, boom baru

Sejumlah penggiat fotografi mengikuti kegiatan "Photo Hunting Pelindo II" di Palembang, Minggu (12/11). (ANTARA Sumsel/17/Feny Selly)

....Karena langka jadi saya manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mengumpulkan foto, terutama titik-titik yang belum ada....
Palembang (ANTARA Sumsel) - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menggelar kegiatan "photo hunting" di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, yang diikuti ratusan penggiat fotografi.

Ratusan peserta yang berasal dari beragam latar belakang mulai dari siswa, mahasiswa, karyawan swasta, hingga pers diajak memasuki area vital pelabuhan yang tertutup untuk masyarakat umum.

Salah seorang peserta, Syarul Hidayat mengatakan ajang photo hunting ini sangat berharga dan langkah karena akses untuk masuk ke pelabuhan peti kemas itu tidak mudah.

"Karena langka jadi saya manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mengumpulkan foto, terutama titik-titik yang belum ada," ujar dia.

General Manajer Pelindo II cabang Palembang Agus Hendrianto mengatakan Pelindo setiap tahun menggelar ajang "photo hunting" untuk mendekatkan pelabuhan dengan masyarakat.

Pelabuhan sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat terkadang masih dianggap sebagai tempat yang kurang baik karena kentalnya stigma negatif di masyarakat. Padahal, tanpa ada pelabuhan maka jalur logistik akan terganggu.

Menurutnya, berbagai kegiatan di pelabuhan memiliki keunikan luar biasa yang bisa ditampilkan secara visual.

"Seperti Pelabuhan Boom Baru ini sangat unik sekali karena merupakan pelabuhan sungai. Sementara di Indonesia hanya dua, yakni di Palembang dan Pontianak," kata dia.

PT Pelindo menggelar ajang photo hunting di sejumlah pelabuhan di Indonesia, sebelumnya di Pelabuhan Teluk Bayur.

Dalam kegiatan ini, Pelindo bekerja sama dengan divisi foto Kantor Berita Antara yang diwakili Maha Eka Swasta dan Fanny Octavianus sebagai juri.  (D019)

Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar