Menteri Pertanian ancam cabut izin distributor pupuk nakal

id pupuk, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, distributor pupuk, musim tanam, petani, padi, sawah, jagung

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

....Jika dalam tempo sepekan pupuk tidak didistribusikan kepada petani, saya akan menutup izin distributor pupuk di sini....
Lampung Timur (ANTARA Sumsel) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengancam akan mencabut izin distributor pupuk nakal yang mempermainkan harga serta tidak mendistribusikan pupuk dengan lancar kepada petani.

"Jika dalam tempo sepekan pupuk tidak didistribusikan kepada petani, saya akan menutup izin distributor pupuk di sini (Lampung Timur, red)," kata dia, usai mendengar permasalahan petani pada acara panen padi di Desa Mandala Sari, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Jumat.

Ia mengatakan bahwa pupuk sangat penting untuk tanaman terutama padi, sehingga ketersediaannya harus terjaga.

Petani, menurutnya, sangat membutuhkan pupuk untuk menyuburkan tanaman, karena itu ketersediaan dan distribusi semua jenis pupuk harus lancar terjamin serta lancar.

"Distributor pupuk harus menjamin kelancaran distribusi maupun ketersediaannya. Jika masih ada yang nakal akan saya hentikan izin usahanya," ujar dia.

Amran menginginkan pupuk semua jenis untuk petani di Kabupaten Lampung Timur, khususnya di Desa Mandala Sari, Kecamatan Mataram Baru sebanyak 2.000 ton segera direalisasikan.

Pada acara panen padi itu, ia mengatakan bahwa Indonesia akan mengaungkan swasembada pangan komoditas beras, jagung dan bawang.

"Dulu kita ragu bisa swasembada pangan tapi kita bisa gaungkan swasembada beras, cabai, jagung dan bawang dalam waktu bersamaan," katanya.

Menurut dia, capaian swasembada pangan adalah berkat kerja semua pihak seperti TNI, polisi, para penyuluh pertanian, petani dan pemerintah. Dia pun mengapresiasi para penyuluh pertanian yang terus membantu para petani.

Amran juga mengatakan sebelumnya Indonesia mengimpor pangan seperti jagung dan bawang setiap tahunnya, namun hari ini tidak ada lagi impor.

Impor jagung dan bawang, lanjutnya, bisa mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya, namun sekarang  tidak ada lagi impor komoditas tersebut.

Berkat capaian swasembada pangan itu, menurut dia, sekarang Indonesia menjadi incaran negara luar untuk belajar pertanian.

"Saya baru pulang dari Thailand dan Malaysia, mereka bertanya kepada kita apa yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Sekarang mereka ingin belajar kepada kita," tambah Andi.

Malaysia, menurut dia, masih mengimpor jagung dari Amerika Serikat sehingga negara tetangga itu akan berupaya meniru upaya Indonesia yang mampu memproduksi jagung cukup besar dan tak lagi impor.

"Mereka akan membuka lahan pertanian jagung di dekat perbatasan Tanah Air," jelasnya.

Menteri Pertanian melakukan kegiatan panen padi dan memberikan sejumlah bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani di Lampung Timur, di antaranya pompa air, traktor tangan, alat pemanen padi/combine hervastar, alat pemanen jagung/corn combine.

Turut hadir dalam kegiatan panen padi itu Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, Sekda Provinsi Lampung Sutono, Danrem Garuda Hitam Kolonel Inf Hadi Basuki, Sekda Lampung Timur Syahrudin Putera, Dandim 0411 Lampung Tengah Letkol Infantri Jajang Kurniawan dan Kadis Pertanian Provinsi Lampung, Edi Yanto, Kadis Pertanian Lampung Timur M Yusuf HR.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar