Setelah dihentikan, Pertagas kembali pasang pipa

id pertagas, pipa gas, pipa di jalan, bangun pipa, distribusi gas, galian

Dokumentasi - Peresmian dimulainya (groundbreaking) proyek pipa gas bumi ruas Grissik-Pusri, yang dibangun PT Pertamina Gas (Pertagas). (FOTO ANTARA Sumsel/17/Susilawati)

Palembang  (ANTARA Sumsel) - PT Pertamina Gas (Pertagas) kembali memasang jalur pipa distribusi gas sepanjang jalan milik Pemerintah Provinsi Sumaterta Selatan setelah sempat terhenti karena pengerjaannya distop Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang setempat beberapa waktu lalu.

Direktur Oprasional PT Pertagas Ahmad Heri Saffruddin usai menghadap Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Palembang, Rabu mengatakan, pihaknya akan mengerjakan kembali pemasangan pipa gas yang sempat terhenti beberapa waktu lalu.

Pengerjaan akan dilaksanakan secepat mungkin karena gubernur minta beberapa bulan sebelum Asian Games 2018 tidak ada lagi pengerjaan infrastruktur termasuk pemasangan pipa gas di Palembang, ujar dia.

"Jadi setelah pertemuan ini kami akan mengerjakan kembali pemasangan pipa hingga menuju Gressik di perbatasan Jambi tersebut.

Ketika ditanya mengenai terjadinya pemberhentian sementara pemasangan pipa gas itu, dia mengatakan, sebenarnya tidak ada masalah dan hanya miskomunikasi saja.

Namun, lanjut dia, gubernur hanya minta dalam bekerja harus berhati-hati terutama pemasangan pipa yang nantinya akan menyalurkan gas untuk kebutuhan PT Pusri tersebut.

Menurut dia, kehati-hatian tersebut wajar karena jalan Panji Noerdin Kota Palembang itu sebagai sarana penghubung menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang yang saat ini sudah ramai dilalui kendaraan.

Sementara Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam pertemuan itu mengatakan, pihaknya minta Pertagas berhati-hati dalam pemasangan pipa terutama dalam Kota Palembang.

Karena jalur pipa cukup rawan sehingga dalam pemasangan harus selalu waspada, kata dia.

Dalam pertemuan itu gubernur juga minta pihak Pertagas untuk membenahi jalan yang sudah digali dalam pemasangan pipa beberapa waktu lalu.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar