Harga sarang walet tembus Rp26 juta

id sarang walet, polusi, usaha, ukm, burung, umkm, harga

Sarang burung walet (Ist)

Pangkalpinang (ANTARA Sumsel) - Harga sarang burung walet di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tembus Rp26 juta per kilogram setelah sebelumnya pada level Rp15 juta per kilogram.

"Tahun ini, harga sarang burung walet naik drastis yakni Rp26 juta dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat merosot Rp15 juta per kilogram," ujar seorang penjual sarang burung walet Sri Uniarti di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menyebutkan, tingginya harga sarang burung walet di Babel ini dikarenakan pembudidayaan sarang burung walet masih alami dan tidak tercemar polusi sehingga kualitas lebih baik.

"Udara di Babel masih bersih, tidak tercemar polusi seperti di daerah yang padat kendaraan sehingga pembudidayaan sarang walet terjaga kualitasnya," jelasnya.

Ia menyebutkan prospek usaha sarang walet sangat menggiurkan karena selain harganya mahal, peminatnya pun banyak.

"Prospek usaha bagus karena peminat banyak bahkan kita sedikit kerepotan untuk memenuhi permintaan," ujarnya.

Ia menambahkan pembeli tidak hanya dari Babel saja tetapi juga dari luar daerah seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang bahkan warga negara asing yang berkunjung ke Babel.

"Terkadang bahan baku sarang walet terbatas karena yang beli rebutan dan bahan baku dari pembudidaya sedikit," jelasnya.

Ia menjelaskan sarang walet dibuat dari air liur burung walet itu sendiri.

Pembudidayaan sarang tersebut pada alam liar dan biasanya dibuat di suatu tempat yang lembab dan gelap seperti goa-goa di tebing-tebing dan di bangunan tinggi yang sulit dijangkau manusia.

"Harga sarang burung sangat mahal tapi memiliki berbagai manfaat seperti memiliki banyak kandungan nutrisi, baik untuk kesehatan reproduksi, mempercepat regenerasi sel dan banyak lagi manfaat lainnya," jelasnya.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar