Kuliner khas Palembang butuh inovasi kemasan

id Yazuli, kemasan, kuliner, makanan, UMKM, kemplang, pempek, usaha

Aneka jenis pempek, makanan khas Palembang.(Antarasumsel.com/Feny Selly/Ang/17) ()

Palembang (ANTARA Sumsel) - Produk kuliner khas Palembang membutuhkan inovasi dari sisi kemasan sehingga menarik bagi wisatawan, khususnya saat Asian Games XVIII tahun 2018.

Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Selatan Yazuli di Palembang, Rabu, mengatakan saat ini pemerintah provinsi bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan swasta untuk memberikan pelatihan kemasan makanan ke pelaku UMKM.

"Makanan berbahan ikan yang kerap dijadikan oleh-oleh "kemplang" terbilang kurang inovasi dari sisi kemasan karena selalu dibungkus dalam plastik bening. Padahal bisa saja dibuat dalam kemasan lain," kata Yazuli di Palembang, Senin.

Ia mengatakan pemerintah sudah berupaya memberikan pengertian ke pelaku usaha dengan menggelar pelatihan hingga mengajak studi banding ke daerah lain untuk berinovasi dalam kemasan ini.

Namun, setelah dilakukan beberapa kali, terbilang belum memberikan respon positif karena tetap saja yang beredar di pasaran yakni kemplang yang dibungkus plastik bening.

"Tampilan masih seperti yang biasa dilihat seperti ini, selalu dikemas dalam plastik putih dengan ukuran minimal seperempat kilogram hingga 1-2 kg per bungkus. Seharusnya, pelaku usaha berani berinovasi dengan membuat ukuran yang lebih kecil sehingga memberikan banyak pilihan," kata dia.

Menurutnya, pelaku usaha sudah saatnya menyesuaikan dengan perilaku konsumen yang mulai menginginkan kevariatifan, kepraktisan, dan keunikan.

"Meski makanan khas, tapi bisa saja dibuat lebih menarik, misal dalam plastik ukuran lebih kecil sehingga tidak perlu lagi para pendatang membawa plastik dalam ukuran besar," kata Yazuli.

Inovasi merupakan bagian yang sangat penting dalam usaha kecil dan menengah karena dengan berinovasi akan membuat suatu produk terus diminati pasar.

Hal ini sebaiknya juga diterapkan untuk pelaku usaha kuliner dodol, pempek dan lainnya.

"Seperti dodol duren khas Palembang, mengapa harus dibungkus dengan ukuran seperempat, sehingga saat memakannya membutuhkan pisau untuk memotong. Cobalah berinovasi dengan membuat ukuran yang lebih kecil," kata dia.

Sektor UMKM saat ini sedang digenjot pertumbuhannya di Sumsel karena tak berapa lama lagi bakal menjadi tuan rumah Asian Games ke-18 tahun 2018.

Sementara ini, Pemprov Sumsel telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,69 miliar untuk mendukung peningkatan daya saing pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar