Tumpahan minyak ancam objek wisata bahari

id tumpahan minyak, pencemaran laut, pantai, objek wisata, wisatawan, Teluk Bayur

Dokumentasi petugas melepas perangkap minyak ke laut agara tumpahan minyak tidak menyear. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Padang (ANTARA Sumsel) - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Sumatera Barat, Medi Iswandi mengatakan dampak dari bocornya tangki timbun minyak sawit PT Wira Inno Mas (WIM) ke perairan laut Teluk Bayur, Kamis (28/9), mengancam objek wisata bahari di daerah itu.

"Beberapa objek wisata pantai seperti Air Manis, Bungus dan Pantai Padang bisa terkena imbas tumpahan tersebut, dan ini membahayakan," katanya, di Padang, Sabtu.

Apabila dilihat saat ini dampaknya belum terasa karena kejadiannya baru sebentar namun bila dalam jangka waktu lama akan mengotori perairan yang berdampak tidak layak untuk wisata air.

Dari peninjauannya sejak Jumat (29/9) air yang terkena tumpahan dari Teluk Bayur bergerak ke utara arah ke Pantai Air Manis.

Sejauh ini memang belum terlihat cemaran air seperti yang ada di Teluk Bayur, akan tetapi pihaknya tetap mewaspadai sebab pada pantai tersebut menjadi destinasi favorit wisatawan.

Antisipasi juga dilakukan di Pantai Padang yang menjadi destinasi wisata pantai andalan kota.

"Di sekitar pantai Padang banyak nelayan menangkap ikan, diharapkan cemaran tidak sampai tempat tersebut," ujarnya.

Terkait cemaran ini pihaknya telah melayangkan protes kepada perusahaan dan melalui Dinas Lingkungan Hidup akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku, tuntutannya lalai dan mencemarkan lingkungan.

Sementara itu Pakar bidang lingkungan hidup dari Universitas Andalas Padang, Dr Ardinis Arbain menilai tumpahan minyak akan menyebabkan air tertutup oleh minyak dan mengakibatkan gangguan bagi mikroorganisme.

Mikroorganisme atau makroorganisme plankton yang ada di perairan bisa mati yang berdampak ikan juga mati atau bermigrasi.

Akan lebih berbahaya bila terumbu karang ikut terdampak, akibatnya selain air tidak layak untuk digunakan menyelam, ikan juga bisa mati.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar