Dinas Sosial Palembang tertibkan gelandangan bergerobak

id dinsos palembang, pemkot, tertibkan gelandangan, gelandangan, tertibkan, turunkan tiim

Ilustrasi- Razia gelandangan. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

...Gelandangan yang hidupnya berpindah-pindah dengan menggunakan gerobak akhir-akhir ini jumlahnya terus bertambah dan mulai menimbulkan masalah sosial...
Palembang (ANTARA Sumsel) - Dinas Sosial Palembang, Sumatera Selatan berupaya menertibkan gelandangan terutama yang menggunakan gerobak sebagai tempat tinggalnya yang keberadaannya dikeluhkan masyarakat karena mengganggu ketentraman dan ketertiban umum.

"Gelandangan yang hidupnya berpindah-pindah dengan menggunakan gerobak akhir-akhir ini jumlahnya terus bertambah dan mulai menimbulkan masalah sosial sehingga perlu segera ditertibkan," kata Kepala Dinas Sosial Palembang Heri Aprian, di Palembang, Kamis.

Menurut dia, untuk menertibkan gelandangan tersebut, pihaknya menurunkan tiga tim yang bertugas secara bergantian selama 24 jam.

Tim penertiban itu setiap hari berupaya melakukan penyisiran keberadaan gelandangan yang dikenal dengan sebutan "manusia gerobak" itu di jalan protokol dan kawasan yang biasa dijadikan tempat singgah mereka, katanya.

Dia menjelaskan, dari penyisiran yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir, petugas lapangan berhasil menjaring lima keluarga yang sedang berkeliling mencari sampah plastik dan barang lainnya yang laku dijual dengan menggunakan gerobak.

Gelandangan yang terjaring tim penertiban dilakukan pembinaan di panti sosial dan ada yang mengaku memiliki tempat tinggal di daerah perbatasan Kota Palembang dengan Kabupaten Ogan Ilir diperbolehkan pulang dan diberikan peringatan keras agar tidak kembali melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan permasalahan sosial itu.

Melalui penertiban dan pembinaan itu diharapkan tidak ada lagi gelandangan di jalan-jalan protokol dan sekitar kawasan permukiman penduduk yang berpotensi menimbulkan permasalahan sosial, mengganggu ketentraman dan ketertiban umum, serta merusak keindahan kota, kata Heri.

Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar