Sumsel miliki sarana edukasi manasik umrah terbaik

id edukasi, manasik umrah, haji, lintasan sa`i, tawaf, Masjidil Haram, kabah

Pengajar memberikan penjelasan tentang salah satu bagian Kabah kepada siswa Sekolah Dasar Fathonah saat Manasik dan edukasi ibadah haji di Kompleks Asrama Haji Terpadu Sumsel, Palembang. (Antarasumsel.com/Feny Selly/Ang/17) ()

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memiliki sarana edukasi manasik umrah dan haji terbaik di Tanah Air karena didukung replika lintasan sa`i dan tawaf di kawasan terpadu asrama haji Palembang.

Lintasan sa`i dan tawaf yang dibangun sama persis dengan yang ada di Masjidil Haram, sejak setahun terakhir telah dimanfaatkan masyarakat dan pengelola travel umrah dan haji khusus melakukan persiapan sebelum melaksanakan ibadah umrah dan haji, kata Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, di Palembang, Senin.

Menurut dia, selama ini dalam kegiatan manasik haji dan umrah, masyarakat muslim provinsi ini melakukannya di dalam masjid atau di halaman dan gedung pertemuan yang suasananya serta ukurannya jauh berbeda dengan tempat aslinya.

Secara teknis dan rukun haji/umrah di tempat-tempat pelaksanaan manasik dapat dipahami masyarakat yang akan melaksanakan ibadah tersebut, namun secara praktik banyak yang merasa terkejut dengan fakta yang dihadapi ketika berada di Mekkah.

Dengan replika lintasan sa`i dan tawaf yang ada di asrama haji Palembang ini, masyarakat yang akan melaksanakan ibadah rukun Islam kelima itu dan ibadah umrah dapat merasakan suasana sesungguhnya serta melakukan latihan fisik sehingga dapat memudahkan pelaksanaan ibadah tersebut, katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya berupaya melengkapi sarana edukasi manasik haji dan umrah itu, sehingga ke depan masyarakat Sumsel yang akan melaksanakan ibadah ke Tanah Suci Mekkah benar-benar siap baik secara materi maupun fisik.

Selain memiliki asrama haji sebagai tempat menginap masyarakat yang akan pergi haji, di kawasan komplek embarkasi haji terpadu memiliki replika pesawat Airbus-300 yang bentuk, kondisi dan suasananya sama dengan pesawat asli yang biasa digunakan untuk penerbangan ke Arab Saudi.

Dengan memanfaatkan "mockup" pesawat serta replika lintasan sa`i dan tawaf tersebut, diharapkan masyarakat dapat mempersiapkan diri secara maksimal baik saat perjalanan panjang sekitar delapan jam dalam pesawat dan melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji/umrah di Tanah Suci Mekkah, kata Alex.

Sementara Pimpinan Travel Umrah dan Haji Khusus PT Lovina, Anita mengatakan, fasilitas manasik umrah dan haji yang disediakan Pemprov Sumsel sangat membantu masyarakat yang melakukan perjalanan ibadah melalui perusahaannya.

Jamaah yang mendaftar untuk beribadah haji dan umrah melalui travelnya banyak berasal dari daerah dan belum pernah naik pesawat dan umrah/haji.

Dengan memanfaatkan fasilitas manasik terbaik di negeri ini sebelum melakukan perjalanan ibadah masyarakat dapat belajar mengenai cara memanfaatkan fasilitas yang ada di dalam pesawat serta praktik tawaf dan sa`i dengan suasana yang mirip aslinya, kata Anita.
Pewarta :
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar