Novel harap pemberantasan korupsi diberi ruang

Pewarta : id Novel Baswedan, korupsi, kpk, pemberantasan, korupsi, maling, uang negara, mafia

Novel Baswedan (ANTARA/Wahyu Putro A)

Singapura (ANTARA Sumsel) - Pada peringatan hari kemerdekaan  Republik Indonesia ke-72, penyidik senior KPK Novel Baswedan berharap agar upaya pemberantasan korupsi diberi ruang.

"Harapan saya pada waktu-waktu ke depan korupsi di Indonesia bisa semakin lama semakin terkikis dan upaya pemberantasan korupsi mendapatkan ruang dan dukungan dari semua termasuk dari pemimpin negara," kata kata Novel kepada Antara di Singapura, Rabu (16/8).

Bila ruang bagi pemberantasan korupsi membesar maka selanjutnya ruang untuk para mafia bisa mengecil.

"Sengan begitu tidak ada lagi ruang bagi mafia-mafia korupsi untuk seenaknya sendiri merampas dan merampok harta kekayaan negara dan masyarakat secara keseluruhan," tambah Novel.

Peringatan hari kemerdekaan Indonesia, menurut Novel, adalah momentum untuk mengenang jasa para pahlawan dan pengorbanan mereka bagi Indonesia.

"Mereka menjadi teladan bagi kita tentang apa itu arti perjuangan dan arti pengorbanan. Inilah yang nantinya kita harapkan semua pihak," ungkap Novel.

Pengorbanan itu pun sesungguhnya bukan hanya di bidang pemberantasan korupsi tapi juga di bidang-bidang masing-masing.

"Sehingga kita bisa berbuat sebanyak mungkin, seoptimal mungkin, sebesar mungkin untuk kepentingan dan kemajuan bangsa dan negara, termasuk juga untuk generasi muda dalam rangka mempersiapkan diri menjadi orang-orang yang kuat dan berkarakter dalam rangka menggantikan estafet bagi generasi yang sebelumnya," jelas Novel.

    
   Operasi
Novel hari Kamis yang bertepatan HUT RI ke-72  menjalani operasi besar di mata kirinya. Operasi yang disebut operasi artifisial itu rencananya juga membutuhkan pemulihan selama dua bulan ke depan dan dilanjutkan operasi lain untuk memasang lapisan artifisial di mata kirinya sehingga total tiga bulan selanjutnya Novel harus fokus pada pengobatannya.

Novel tiba di rumah sakit sekitar pukul 06.45 waktu setempat. Ia ditemani oleh abangnya Taufik Baswedan, dokter KPK dr. Johanes Hutabarat dan salah seorang pegawai KPK sebelum menjalani operasi selama empat jam.

Ia disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.

Hingga lebih dari 120 hari pelaku penyerangan Novel Baswedan belum ditemukan meski kepolisian sudah memeriksa banyak saksi, membuat sketsa terduga pelaku hingga menahan sejumlah orang yang kemudian dilepaskan lagi.

Sketsa pelaku yang ditunjukkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Senin (31/7) menunjukkan pelaku adalah pria dengan ciri-ciri tingginya sekitar 167-170 cm, berkulit agak hitam, rambut keriting dan badan cukup ramping.
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar