Pedagang hewan kurban di Palembang mulai bermunculan

id hewan kurban, pedagang, idul adha, lebaran haji, sapi, kambing, pedangang

Dokumentasi- penjual hewan kurban di daerah Jalan Slamet Riyadi Palembang,). (Antarasumsel.com/Feny Selly)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pedagang sapi dan kambing untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah/2017 mulai bermunculan di sejumlah tempat di Kota Palembang, Minggu.

Pedagang hewan untuk kurban itu tampak ramai di kawasan Jalan Sultan Mansyur/Makrayu, Bukit Besar, Demang Lebar Daun, dan Perumnas Kenten Sako Palembang.

Pedagang hewan kurban di sejumlah kawasan jalan protokol dan permukiman pendudu itu memajang beberapa ekor sapi dan kambing di kios yang menggunakan tenda kerangka besi dan kayu gelam.

Salah seorang pedagang hewan kurban Aprizal di kawasan Bukit Besar Palembang mengatakan, Hari Raya kurban pada 1 September 2017 masih beberapa pekan lagi, namun sudah saatnya mulai melakukan penawaran kepada warga yang akan berkurban dan bersiap menerima pesanan.

Kegiatan penjualan hewan kurban dilakukan sekarang sehingga waktunya cukup panjang untuk menyiapkan stok yang memenuhi persyaratan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

"Hewan kurban yang dijual tidak hanya dipasok oleh peternak sapi dan kambing dari wilayah Sumsel ini, tetapi juga ada yang berasal dari provinsi tetangga seperti Lampung dan Bengkulu," ujarnya.

Hewan kurban dijual dengan harga bervariasi tergantung dengan besar dan beratnya seperti sapi dijual berkisar Rp17,5 juta hingga Rp25 juta per ekor, sedangkan kambing dijual dengan harga Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per ekor, katanya.

Sekarang ini, dia mulai menerima pesanan hewan kurban dari sejumlah pengurus masjid yang mengelola program arisan hewan kurban dan masyarakat yang akan melakukan pemotongan kurban secara perorangan.

Untuk memberikan jaminan hewan kurban memenuhi syariat Islam, sehat dan dagingnya halal dikonsumsi, dia memeriksakan hewan kurban ke Dinas Peternakan setempat dan menyiapkan petugas pemotong hewan yang berpengalaman, ujar Aprizal.

Sementara sebelumnya Sekda Palembang Harobin Mustafa mengatakan, menghadapi hari raya kurban, pihaknya menyiapkan tim untuk mengawasi perdagangan dan pemotongan hewan kurban agar kondisinya benar-benar sesuai ketentuan.

Untuk membantu agar tim bisa bekerja secara profesional serta maksimal diminta kepada pedagang hewan dan masyarakat untuk bekerja sama dan melaporkan kepada tim jika menemukan hewan kurban yang kondisinya tidak layak untuk dijadikan hewan kurban atau berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi masyarakat, ujar sekda.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar