Menhub: Pemerintah komitmen terus bangun infrastruktur

id Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, infrastruktur, pembangunan

Dokumentasi - Saat Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua) berbincang dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri), Menteri PU PR Basoeki Hadimoeljono (kanan) dan Plt Sekda Provinsi Sumsel Joko Imam Santoso (kedua kanan) saat meninjau progres pe

Wonosari, Yogyakarta (ANTARA Sumsel) - Pemerintah komitmen terus membangun infrastruktur terutama di luar Pulau Jawa dalam dalam upaya meningkatkan konektivitas transportasi yang pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan perekonomian, kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Pembangunan infrastruktur bahkan juga menyentuk di wilayah terdepan dan terluar wilayah Indonesia, dan itu akan terus dilanjutkan," kata Menhub Budi saat Sosialisasi dan Dialog dengan tema Sinergi Membangun Bangsa, di Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu.

Dikatakan, pemerintah menilai pembangunan infrastruktur harus terus berjalan karena dengan adanya infrastruktur baik itu jalan raya, pelabuhan laut, maupun pelabuhan udara maka perekonomian akan tumbuh dan bergerak secara merata.

Di Entikong, Kalimantan Barat, yang merupakan perbatasan Indonesia dan Malaysia, misalnya, Indonesia sudah memperbaiki jalan yang bagus sehingga masyarakat tak lagi kesulitan untuk berlalu-lintas di jalan raya yang menghungkansejumlah kota di Kalimantan.

Demikian juga pembangunan bandar udara di Pulau Miangas yang diresmikan Presiden Joko Widodo Oktober 2016, mampu meningkatkan perekonomian warga setempat.

Sebagai pulau yang letak geografisnya lebih dekat dengan Filipina, kata menhub, pemerintah ingin menunjukan telah hadir di pulau terdepan dan terluar tersebut.

"Tentunya harapan pemerintah masyarakat setempat bisa memanfaatkan keberadaan bandara tersebut, mengingat saat ini sudah ada maskapai penerbangan yang melayani rute Miangas ke Manado," ujarnya.

Tokoh masyarakat Miangas Hibor mengatakan, keberadaan bandara tersebut secara langsung sudah bisa dirasakan oleh masyarakat setempat, karena transkasi perdagangan menjadi lebih banyak.

"Dulu sebelum ada bandara, masyarakat setempat kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan pokok," ucapnya.

Dikatakan, sebagai pulau terpencil yang berada di tengah laut, kendala transportasi memang seringkali dirasakan mengingat kapal yang melayani dari dan ke pulau tersebut sering terhambat, karena diterjang ombak yang tinggi dan besar.

Dia berharap agar bisa lebih banyak lagi pembangunan infrastruktur di pulau itu, mengingat sebagai pulau terdepan tetap harus dijaga agar masyarakat bisa hidup layak.

Luas wilayah Pulau Miangas 6,7 kilometer persegi dengan jumlah penduduk hanya 213 kepala keluarga dan 802 jiwa.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar