Wapres: Generasi muda Asian penyangga kemajuan dunia

Pewarta : id Jusuf Kalla, asean, asia tenggara, generasi muda, damai, dunia

Wapres M. Jusuf Kalla. (Antara/R Rekotomo)

Yogyakarta (ANTARA Sumsel) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan generasi muda Asia akan menjadi penyangga kemajuan dunia di masa yang akan datang.

"Pada masa lalu sering digambarkan Eropa masa lalu, Amerika masa sekarang dan Asia masa datang. Masa datang pada dasarnya masa kini bahwa kemajuan dunia ini banyak ditopang oleh kemajuan di Asia," kata Wapres di Yogyakarta, Minggu.

Wapres mengatakan hal tersebut pada acara "Puncak Orang Muda Katolik" Asian Youth Day (AYD) ke-7 di Lapangan Dirgantara, Akademi Angkatan Udara Yogyakarta.

Lebih lanjut Wapres mengatakan kehadiran para generasi muda dari berbagai negara di Asia pada Asian Youth Day tersebut menjadi ajang untuk menyatukan tekad memajukan bangsa menjadi sangat penting.

Asia memiliki penduduk terbesar dibandingkan benua lain di dunia di mana lebih dari empat miliar penduduk dan terdiri lebih dari 47 negara.

"Di berbagai tempat penuh kedamaian, tapi di Asia Tengah, Asia Barat juga ada, di Asia Selatan penuh konflik dan kemungkinan konflik, semua itu merupakan tantangan bagi kita semua para generasi muda," tambah Wapres.

Wapres juga menyebutkan semangat yang harus dimiliki oleh generasi muda karena kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh semangat dan hanya generasi muda yang bersemangat dapat memajukan bangsa, semangat itu adalah semangat untuk sama-sama maju.

Selain itu yang tidak kalah penting adalah semangat untuk menuntut ilmu dan mencapai ilmu pengetahuan,  semangat menguasai teknologi.

"Generasi muda yang tidak menguasai ilmu pengetahuan tentu sulit maju dibandingkan bangsa-bangsa lain dan tentu juga semangat yang sangat penting adalah kedamaian yang mutlak harus dimiliki suatu negara," tambah dia.

AYD adalah perayaan atau perjumpaan perwakilan orang muda Katolik negara-negara Asia setiap tiga tahun sekali dalam rangka persekutuan dan peningkatan spiritual kepada Tuhan.

Kegiatan tersebut digagas oleh Federation of Asian Bishops' Conference (FABC) atau Federasi Konferensi Uskup-uskup/Waligereja se-Asia di bawah kantor Komisi Keluarga dan Kerasulan Awam (Kerawam)  bagian kepemudaan.

Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah AYD Ke-7 yang berlangsung  30 Juli  hingga 6 Agustus 2017 dan berpusat di Keuskupan Agung Semarang dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peserta yang hadir terdiri dari 1.100 orang dari Indonesia dan 900 peserta dari negara Asia lainnya serta melibatkan sukarelawan sebanyak 750 orang.
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar