Pedagang kecil keluhkan minimarket "menjamur"

id pedagan, minimarket, pasar moder, omset pedagang, toko kecil, pangkalpinang, bangka, belitung

Ilustrasi- Pedagang. (Antarasumsel.com/E Permana)

Pangkalpinang (Antarasumsel.com) -   Pedagang kecil seperti warung dan toko-toko kecil yang ada di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluhkan keberadaan minimarket yang menjamur di penjuru kota karena sangat mempengaruhi omset mereka.

"Minimarket yang menyediakan barang lebih lengkap dengan harga lebih murah itu menyebabkan omset penjualan toko-toko kecil jadi menurun drastis," ujar salah satu pemilik toko di Kelurahan Gabek Satu, Lilis di Pangkalpinang, Selasa.

Menurut dia, kini keberadaan minimarket sudah ada di setiap kelurahan sehingga mematikan pedagang-pedagang kecil di sekitarnya.

"Tidak sedikit toko kecil harus gulung tikar akibat pelanggannya sepi karena kebanyakan pembeli lebih memilih berbelanja di minimarket karena lebih nyaman, ber AC dan lebih lengkap," katanya.

Lebih lanjut, ia katakan, omsetnya juga mengalami penurunan hingga 40 persen dibandingkan sebelumnya.

"Biasanya hasil penjualan mencapai Rp1 juta namun sekarang sekitar Rp600.000 per hari karena sebagian pembeli yang biasa belanja di toko saya tersedot oleh minimarket tersebut," katanya.

Begitu juga dengan pemilik warung lainnya, Indah yang juga ikut merasakan dampak dari keberadaan minimarket.

"Seharusnya keberadaan minimarket itu cukup satu unit per kecamatan namun sekarang keberadaan mnimarket bisa dua atau tiga unit per keluarahan. Ini lah yang bisa menyebabkan toko kelontong banyak yang bangkrut," jelasnya.

Menurut dia, minimarket bisa menjual barang lebih murah dibandingkan harga di toko kecil karena mereka membeli dengan partai yang besar.

"Kalau minimarket pembelian barangnya banyak, per partai. Sedangkan toko kecil belinya ke agen pasar dengan jumlah yang sedikit sehingga modalnya lebih besar dan mau tidak mau jualnya juga sedikit mahal," katanya.

Ia menyebutkan, biasanya hasil jualan setiap hari Rp500 ribu per hari namun sekarang hanya Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari.

Ia berharap agar pemerintah dapat mengatur peraturan akan izin berdirinya minimarket.

"Harusnya pemerintah bisa mengatur keberadaan minimarket melalui peraturan yang sah supaya kesejahteraan ekonomi masyarakat bisa merata," katanya.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar