Pengguna jalan keluhkan kemacetan panjang Jalintim menggala

id jalan macet, Jalan Lintas Timur, Jalintim, Jembatan Cakat Raya, Menggala, Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung

Ilustrasi- Kemacetan kendaraan (Antarasumsel.com/Edy))

Tulangbawang, Lampung (Antarasumsel.com) - Para pengguna jalan mengeluhkan kemacetan panjang belakangan ini selalu terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera sekitar Menggala, Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung.

Menurut sejumlah pengguna kendaraan di Jalintim Menggala itu, Minggu, kemacetan arus lalu lintas yang dialami cukup panjang hingga mencapai beberapa kilometer.

Menurut para pengemudi pengguna Jalintim, di Tulangbawang itu, ratusan kendaraan roda dua maupun empat yang melintas di sana sempat mengalami macet total pada Sabtu (15/7) dari pukul 14.00 WIB hingga malam, sehingga harus antre untuk melewati Jembatan Cakat Raya yang sedang dalam pengaspalan.

Mereka mengeluhkan dalam sepekan terakhir Jalintim pada ruas sekitar Jembatan Cakat Raya itu mengalami macet total dengan kendaraan yang melintasi nyaris tidak bergerak.

Kondisi kemacetan itu setidaknya dialami dalam sepekan terakhir.

Sebelumnya, akses jalan di atas jembatan yang membentang di atas Sungai Tulangbawang itu ada dua jalur, karena terdapat dua jembatan di jalur tersebut.

Namun, sejak sepekan terakhir, akses jalan hanya dibuka satu arah, dengan memanfaatkan satu buah jembatan yang saling berdekatan, karena sedang dalam perbaikan pengaspalan jalan oleh Dinas PU setempat.

Pengatur lalu lintas warga setempat terlihat kewalahan menerapkan sistem buka tutup bagi kendaraan yang akan melintas di Jembatan Cakat Raya itu.

Penerapan sistem buka tutup itu pun menimbulkan kemacetan cukup panjang, mencapai hingga beberapa kilometer, baik dari arah Kota Bandarlampung menuju Palembang, Sumatera Selatan maupun arah sebaliknya.

Kemacetan makin panjang terjadi pada jalur padat kendaraan itu.

Hingga berita ini diturunkan pada ruas Jalintim yang sering mengalami macet total itu minim petugas kepolisian yang mengatur untuk mengurai kemacetan tersebut.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar