Ratusan peserta memeriahkan "Solo batik carnival" 2017

id batik, Solo Batik Carnival, Astamurti Kawijayaan, kirab SBC, kostum Jathayu

. (Wikimedia)

Solo (Antarasumsel.com) - Ratusan peserta dari berbagai daerah memeriahkan  kirab dasawarsa "Solo Batik Carnival X 2017" yang digelar mulai Jalan Bhayangkara depan Stadion Sriwedari menuju Bentang Vastenburg  di Jalan Jenderal Sudirman Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu.

Kirab SBC pada tahun ini megambil tema "Astamurti Kawijayaan"  atau bentuk kejayaan tradisi budaya Jawa yang berupa karya seni berasal dari nenek moyang di Tanah Jawa tersebut disambut antusias masyarakat pengunjung di sepanjang jalan yang dilintasi yakni Bahayngkara-Slamet Riyadi-Jederal Sudirman.

Bahkan, pada kirab SBC juga diikuti oleh Wali Kota Surakarta yang mengenakan kostum Jathayu menjadi menarik perhatian pada pengunjung untuk memberikan salam dan foto dengan pejabat nomor satu di Kota Solo itu.

Menurut Ketua Yayasan SBC Susanto kegiatan kirab SBC X 2017 tersebut diikuti sebanyak 450 peserta dari berbagai daerah termasuk kirab pendamping seperti drumband, barisan Paskibraka, penari dari pelajar, dan lainnya.

Susanto mengatakan SBC X mengangkat sub tema yang diangkat dalam satu dasawarsa  tersebut antara lain  wayang, tiopeng sekar jagad, legenda, mustika Jawa dwipa, dan Jathayu. Keenam sub teman ini diaplikasikan falam bentuk kostum karnaval yang megah dengan menggunakan batik sebagai bahan dasar dfalam membutan kostum.

Pada acara kirab tersebut awali dengan menampilan performa peserta dari Jember Fashion Carnaval, kemudian disusul Cirebon Caruban Carnaval, Peni Cadra Rini Solo, dengan diiringi Gilang Ramadhan Studio Band, Mister Teen Internasional 2016, dan Mister Teen Jateng 2017.

"Kami berharap  SBC X tidak hanya memperkuat Solo sebagai kota budaya yang kreatif, tetapi juga menjadi event  yang dapat menginspirasi masyarakat  lewat karya yang ditampilkan. Dan, kegiatan ini, juga melestarikan batik sebagai kekayaan budaya Indonesia," katanya.

Menurut Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo  kegiatan SBC dapat dilestarikan karena tidak hanya konsisten yang dibangun, tetapi juga dukungan pendanaan yang luar biasa. Kegiatan ini, mandiri dari Yayasan SBC dengan didukung  oleh Kementerian Pariwisata, dan tidak pernah mendapatkan hibah dari Pemkot Surakarta.

"Kami sangat apresiasi dengan digelarnya SBC tahun ini, tentunya akan memberikan hiburan bagi masyarakat dan mampu menyedot wisatawan baik lokal maupun mancanegara," kata Rudyatmo.

Yanik (45) salah satu warga Sukoharjo mengatakan SBC tahun ini, menarik dan penonton lebih tertib, sehingga semua pengunjung bisa menikmati kirab dari tepi sepanjang jalan yang dilintasi karnaval.

"SBC luar biasa megah dan menjadi hiburan gratis bagi masyarakat. Ribuan orang penonton memadati sepanjang jalan Slamet Riyadi ini," kata Yanik.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar