Rusia lega setelah lewati ujian pertama

id rusia, timnas rusia, Piala Konfederasi, turnamen, tuan rumah Piala Dunia, Stevan Marinovic

Logo Piala Konfederasi 2017 Rusia. (FIFA)

St Petersburg (Antara/Reuters) - Rusia menarik nafas lega pada Sabtu setelah tim sepak bolanya memenangi pertandingan pembukaan Piala Konfederasi, dan negara itu mendemonstrasikan bahwa salah satu lapangan paling problematik di Piala Dunia itu sesuai untuk pertandingan-pertandingan internasional.

Rusia secara meyakinkan menang 2-0 di Stadion St Petersburg di depan 50.251 penonton, termasuk presiden Vladimir Putin dan presiden FIFA Gianni Infantino, yang menyapa para penonton sebelum sepak mula.

Putin menyambut para penggemar terhadap apa yang disebutnya sebagai "festival besar sepak bola" dan berterima kasih kepada Infantino dan FIFA untuk kepercayaan yang mereka perlihatkan ke Rusia.

"Fakta bahwa pemimpin negeri datang ke pertandingan ini di satu tangan merupakan tambahan yang positif, namun ini juga tambahan tanggung jawab," kata manajer Rusia Stanislav Cherchesov, yang timnya akan menghadapi Portugal pada Rabu, kepada para pewarta.   
"Kami berhadapan dengan tugas yang ada di depan kami," tutur Cherchesov.

Meski Rusia berada di bawah tekanan untuk tampil baik di kandang sendiri setelah terperosok ke posisi ke-63 di daftar peringkat dunia FIFA bulan ini, negara itu menghadapi sorotan yang lebih berat mengenai masalah-masalah di luar lapangan pada persiapan turnamen dua pekan tersebut.

Stadion St Petersburg yang memiliki kapasitas 68.000 penonton akan menjadi arena unggulan di Piala Dunia 2018 dan kandang salah satu kekuatan besar sepak bola Rusia Zenit, namun pembangunan konstruksi yang berlangsung lama dinodai oleh dugaan-dugaan korupsi dan penundan yang sejauh ini lebih banyak menghasilkan kekecewaan dibanding rasa puas.

        Permukaan lapangan harus segera dibenahi sebelum pertandingan Sabtu, setelah adanya beberapa bagian rumput yang tercabut dan area lapangan yang gundul, yang terjadi pada pertandingan pertama di arena baru itu pada April.

        Sebelum masalah-masalah dengan rumput masalah-masalah dengan teknologi lapangan yang dapat ditarik (retractable) membuat permukaan lapangan bergetar, sehingga tidak sesuai untuk pertandingan-pertandingan.

        Namun pada Sabtu, lapangan ini tidak mengalami kerusakan berarti.

        "Saya tidak tahu bagaimana memainkan bola di sana, namun menilai permainan yang terlihat pada kualitas (lapangan) cukup bagus. Itu membuat kami dapat bermain," kata Cherchesov.

   
   Mencegah kekerasan
   Setelah perkelahian-perkelahian antara para penggemar sepak bola Rusia dan Inggris menodai Piala Eropa tahun lalu, Putin mengadopsi undang-undang yang memperkuat hukuman untuk pihak-pihak yang melakukan kekerasan di stadion, sebagai bagian dari untuk menghantam aksi "hooliganisme."
   Sejak itu menteri dalam negeri Rusia telah memiliki daftar hitam sebanyak 292 penggemar, yang secara efektif melarang mereka menghadiri ajang-ajang olahraga resmi.

        Pemimpin penggemar Rusia Alexander Shprygin, yang dideportasi dari Prancis pada Piala Eropa 2016, mengatakan kepada Reuters pada Sabtu bahwa ia dicegah menyaksikan pertandingan negaranya melawan Selandia Baru hanya beberapa jam sebelum sepak mula.

        Ia mengatakan panitia penyelenggara Piala Konfederasi telah memberi tahu dirinya bahwa identitas penggemarnya (fan-ID), yang diperlukan untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan, telah dibatalkan pada langkah yang terlihat sebagai upaya untuk mencegah kekerasan.

        Orotitas Rusia menegaskan bahwa sistem tiket Piala Konfederasi, yang mensyaratkan para pemegang tiket untuk mendaftarkan fan-ID pribadi, memastikan bahwa semua penonton tersaring dan para pembuat onar dapat dicegah pergerakannya.

"Peluang kehilangan hak untuk menghadiri pertandingan-pertandingan Piala Konfederasi dan Piala Dunia secara signifikan meningkat bagi orang-orang yang diketahui telah melakukan kekerasan-kekerasan serius," kata komite panitia dalam komentarnya melalui surat elektronik kepada Reuters.

FIFA mengatakan bahwa untuk pertama kalinya diterapkan prosedur tiga tahap di Piala Konfederasi, yang mengizinkan para wasit untuk menghentikan pertandingan jika terdapat insiden rasis atau diskriminasi.

Pada pertandingan Sabtu terdapat dua kali pengumuman stadion prapertandingan, yang memperingatkan para penggemar untuk tidak bersikap diskriminatif.

Sekretaris jenderal FIFA Fatma Saoura mengatakan pada Jumat bahwa diperkirakan tingkat kehadiran penonton untuk turnamen ini adalah 65 persen, dan tiket pertandingan Rusia melawan juara Eropa Portugal telah terjual habis hanya dalam waktu beberapa pekan.

Namun bangku-bangku kosong tetap menjadi kecemasan, di mana harian Rusia Sport Express melaporkan bahwa sejumlah tiket diberikan kepada para pegawai negeri secara gratis, sebagai upaya untuk memenuhi tribun penonton pada pertandingan Piala Konfederasi di Kazan.

Komite panitia turnamen mengatakan pada Reuters bahwa pihaknya telah meluncurkan program yang membuat "para penggemar Rusia yang tidak mampu" dapat menghadiri pertandingan-pertandingan secara gratis, dan otoritas lokal berwenang dalam mendistribusikan tiket-tiket itu.(H-RF)

Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar